Pengalaman Pertama
Ceritanya hari ini adalah pertama kalinya dalam hidupku yang
namanya naik kereta sendirian. Alhamdulillah, kesampean juga :D dengan kereta
ekonomi ac kaligung mas mengantarkan aku ke stasiun poncol dengan selamat
(Alhamdulillah) :D senang, ya iya..karena seumur hidup baru beberapa kali aja
yang namanya naik kereta. Padahal udah dari jamanya awal maba udah sering nanya
ke senior *Ups, kata-kata ini dilarang* rev: “kakak” yang biasanya kalo pulang
pake kereta. Tapi baru hari ini lah aku berani dan sendirian huaa, prok prok
prok :D (lebay deh kayaknya -_-)
Mau bukti, ini dia
Haha maaf ya agak norak…tapi lihatlah, ada namaku tercantum
disitu J
Jauh banget dari dugaanku, keretanya super kinclong
dibandingkan dengan apa yang aku bayangkan. Mungkin karena waktu itu sekitar
3-4 tahun yang lalu aku pernah naik kerta ekonomi, Logawa dari stasiun
purwokerto ke stasiun lempuyangan, jogja. Dan kondisinya, hmmm, sesak,
berantakan, bahkan tempat duduk berebut, untung waktu itu bareng-bareng bersama
teman-teman :D jadi ya..cukup menikmati. Beberapa hal yang aku inget dari
logawa diantaranya adalah, dibutuhkan uang sebanyak 18rb saja untuk sampai ke
Jogja dalam waktu ±4
Jam. Selain itu hiburan yang disajikan
bermacam macam, kebanyakan sih pengamen kalo ga iklan-iklan beberpa produk
makan ringan dan minuman yang dibintangi oleh pedangang lokal. Oia, ada
pengamen yang aku inget seorang anak lelaki kecil dengan gitar yang terlihat
begitu besar dibawanya, suaranya enaaaak banget. Entah waktu itu beneran suara
anak itu bagus atau karena dari tadi yang bersliweran adalah wanita jadi-jadian
alias bencis (haha, pinjem bahasanya Mr. Bengbeng, pengamat dunia hermaprodit) yang
lebih suka godain mas-mas haha. Nah mereka ini jumlahnya cukup banyak dan
bervariasi. Beberapa ada yang dandananya cukup berlebihan dengan bulu mata
palsu berwarna biru, rok mini dan sangat ga cocok karena kakinya sebenernya
macho banget *Astaghfirullah, liat apa aku ini -_-* ada juga yang setengah cewe
setengah cowo, jadi bagian atasnya aja yang dandan cewek dan bawahanya masih
layak untuk seorang lelaki, mungkin biar ga ribet kali ya jalannya. Dan ada
juga yang Cuma pake make up, tapi pakaiannya masih sangat cowo. Meskipun
penampilan mereka berbeda-beda, tapi bahasa persatuan tetap ada. Jadi apaun
lagunya, siapapun penyanyinya nantinya ketika nyanyi, antar tiap bait lagu akan
diselingi kata “ewer ewer ewer” misalnya
nih “kuh tak mauh cintakuh..ewer ewer ewer”
(Ah cukuplah kita membicarakan mereka).
Oia, tentang kereta logawa yang kami tumpangi hari itu ada cerita
tragis beberapa jam setelah kami turun. Mengutip berita : “Kereta api Logawa jurusan Purwokerto-Jember mengalami kecelakaan pukul
14.30 WIB di di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Madiun, Jawa Timur”
kabarnya korban meninggal 6 orang. (maybe next time aku akan menceritakan
pengalaman di Jogja).
Oke, kembali ke Kaligung Mas
Jadi ternyata kereta ini bersih banget dan yang paling aku suka
adalah bebas asap rokok, karena pada dasarnya aku ga suka asap kecuali asap
sate, ayam bakar dkk, hehe. Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan tiket
pemalang-semarang adalah 40 ribu, kalo pake bis (Nusantara atau Coyo)biasanya
35rb tapi kemarin terakhir aku pake bis jadi 38rb, jadi Cuma beda 2ribu. dengan
waktu tempuh kira-kira 2,5 jam. Jauh lebih cepat dibandingkan naik bis yang
bisa sampe 4 jam lebih. Tapi bedanya lagi dengan bis, adalah tempat duduk
kereta yang 90° membuat punggung pundak
agak pegel juga ternyata,hihi (padahal ini kayaknya efek hibernasi terlalu lama
dirumah, jarang gerak dan kebanyakan tidur :P). perjalanan yang cukup singkat
dari biasanya. Tadinya kalo aku jadi pake bis, kemungkinan nyampe tembalang
sekitar jam 4 atau 5 sore. Karena agak
kesiangan dan baru sekitar jam 9 masih menentukan ke stasiun atau terminal,
jadi kemungkinan besar akan dapet bis yang berangkatnya sekitar jam 11.30an
(ini pun bisa molor sampe jam 12 baru berangkat).
kira-kira begitulah pengalamanku pertama kalinya naik kereta seorang diri (eh, dengan penumpang yang lain sebenarnya). Berarti untuk selanjutnya bukan pertama kalinya lagi ya..haha ya iya laah
maaf kalo kata-katanya berantakan, setidaknya aku berani buat nulis ini, seperti halnya aku berani untuk memasuki gerbong kereta yang asing dalam diriku beberapa waktu yang lalu.
Sekian, terimakasih J
Comments
Post a Comment