Waspada ! ! !


Ini adalah sebuah cerita yang mungkin bisa dijadikan bahan inspirasi atau jalan keluar bagi para pembaca yang mungkin sedang atau pernah mengalami hal yang serupa, karena modus ini udah pasaran..jadi aku yakin udah banyak banget yang jadi sasarannya.

Cerita bermula sekitar hampir seminggu yang lalu waktu aku dan ibuku ngobrol melalui telpon, waktu itu aku masih ditembalang yang sejuk (ah, bohong banget, 32°C dibilang sejuk -_-) ibuku bercerita kalo tadi pagi menemukan kertas di depan rumah, entah manusia siapa dan dari mana yang tidak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan. Nah waktu diambil, ternyata kertas yang terbungkus dan terlipat rapi isinya macem-macem. Karena penasaran, dibukalah bungkusan itu. Dan ternyata isinya adalah kupon berhadiah dari sebuah kopi berlabel Torabika. Mungkin ini adalah pertama kalinya dirumah kami ada yang namanya kupon semacam itu berkunjung. Dengan sebuah senjata bernama koin, digosoklah kupon tersebut dan..isinya adalah “Selamat Anda mendapatkan 1 Unit Mobil Toyota Rush” wah wah…prok prok. Selain kupon tersebut ada juga berbagai lampiran dari kepolisian, dinas sosial dan dari torabika itu sendiri, hmm..sedikit agak meyakinkan. Awalnya ibuku agak kaget, karena baru pertama kalinya dapet kupon yang semacam itu. Karena masih bingung ini bener atau cuma penipuan, dan kemudian harus gimana, akhirnya ibuku menceritakan tentang kejadian pagi itu pada putri sulungnya ini. Karena mungkin aku memang selalu berburuk sangka dengan jenis undian berhadiah apapun, apalagi dari sebuah label makanan (kecuali guntur yang memang selalu menepati janjinya dengan memberi Rp 500 kingkong langsung dalam kemasan), aku bilang ke ibu untuk jangan langsung percaya, itu mungkin aja penipuan modus lain yang baru pernah kami temui. Yah..sekedar info, ibuku memang sudah ahli dalam menghadapi penipuan modus telpon “selamat anda memenangkan undian dari bla..bla..bla”. Bahkan aku inget pada sebuah kejadian, saat itu perkataan ibuku yang entah karena sangat dermawannya, atau karena ingin mengisi kekosongan dan waktu luang dengan mengerjai penipu itu dan membuat mereka kesal, ibuku mengatakan “Oh, ya udah pak uangnya silakan bapak ambil, buat bapak aja… Alhamdulillah kami sedang tidak begitu membutuhkan uang tersebut” ya iya lah.. gak butuh uang itu, jelas-jelas uang fiktif,mana ada orang yang mau :P hoho, ibuku hebat ^^b.

Oke kembali ke kupon, jadi setelah aku mengingatkan ibu untuk waspada, aku juga mencari info di internet, berkunjung dari satu blog ke blog yang lain, cari web resminya dsb. Akhirnya aku menyimpulkan bahwa memang sudah banyak yang terbukti menjadi korban setelah mengirimkan sejumlah uang yang diminta dengan alasan administrasi.
Awalnya ibuku tetap bersikeras kalo itu sepertinya asli, melihat dari lampiran yang disertakan dan gak mencantumkan berapa nominal yang perlu dikirim untuk berbagai keperluan. Karena aku belum liat secara langsung, aku juga ga bisa menyimpulkan apakah itu asli atau jebakan batman. Oke, akhirnya aku menyarankan untuk ga meng-kontak hingga aku pulang hari kamis nanti. Sesampainya aku dirumah, yah emang gak langsung ngomongin itu juga sih ya. Malamnya ibuku menunjukkan kupon yang dimaksud dan..OMG, ini lucu sekali. Entah karena akunya yang norak atau pihak pembuat kupon gak punya selera dalam hal desain, kecuali surat dari kepolisian dan dinas sosial, kuponnya sangat amat lucu dengan potret GMnya, haha..apa-apaan, pingin eksis nih bapaknya :P and at that time, I can’t trust it anymore. Karena aku pun hanya menganalisa dari segi bentuk kupon dan lampiran penguatnya, aku masih ragu juga untuk bilang ke ibuku kalo itu semua fake.

Besok siangnya saat aku sedang duduk didepan komputer rumah dan terbahak-bahak dengan running man *liburan kali ini aku ga mengajak soulmate-ku (laptop) pulang, dia stay di kamar menjaga setiap sudut ruangan*, karena kadar kepo cukup tinggi ayahku coba menghubungi nomer yang tertera di kupon tersebut. Aku gak begitu dengar percakapannya apa aja, karena yah tadi..aku sedang fokus juga dengan pekerjaanku untuk menyelesaikan running man. Tapi samar-samar aku mendengar ayah ku bilang “Iya pak, atas nama… hmm, iya pak bank apa? .... iya.. iya….” Langsung aku udah ga fokus nonton dan mulai masuk dalam percakapan antara ayah dan pihak dari suatu tempat yg jauh disana, entah dimana. Setelah ayahku mengakhiri percakapan, aku yang juga kepo dengan percakapan tadi nanya, apa aja yang tadi dibicarakan. Sebelum sempat menjelaskan, aku mengeluarkan pendapatku berdasarkan hasil cari info dari berpuluh-puluh korban yang pernah tertipu dengan modus yang sama “Intinya pak, kalo dari pihak pengirim kupon ini, entah beneran dari Torabika atau orang gak bertanggung jawab udah mulai membicarakan masalah transfer uang sebelum adanya barang bukti *aduh, kaya apaan aja* dengan berbagai alasan apapun, udah pak lepas aja, surely itu bohong” ungkapku waktu itu (yang tentu sudah diterjemahkan dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti dan dipahami oleh berbagai kalangan) sambil merelakan mouse meng-klik pause pada media player dan menunda aktifitas Jaesuk dkk dalam layar. Dan untungnya ayahku pun merasa ragu saat mengungkapkan akan mendatangi kantornya secara langsung *karena kebetulan besoknya ayahku ada urusan ke Jakarta, hmm ayahku awalnya udah bilang kalo asalnya dari Pemalang, jadi kalo bilang akan mendatangi kantornya, it means ga main-main kalo tiba-tiba bapakku mampir :P* pihak lawan bicara mulai menurun defensenya, haha..dan bertanya ragu-ragu tapi spontan, terlihat jelas ada nada kekhawatiran dari lawan bicara “Loh ada urusan apa ya pak?” kalimat ini lah yang membuat ayahku ragu. Haha, mau tau aja urusan orang :P

Dan berakhirlah cerita tentang kupon palsu itu. Hoho,  sayang sekali ga jadi dapet mobil, tapi untungnya aku merasa biasa aja, gak ada kekecewaan, karena memang dari awal aku udah berburuk sangka pada pembuat kupon itu, aneh kalo aku bilang. Ayahku ngledek ibuku dengan mengatakan, "ntar kalo mobilnya dateng, langsung bawa aja ke Semarang, biar dipake Norma..kasian gak ada kendaraan" kata ayahku yang lagi-lagi sudah diterjemahkan "hihi, iya pak betul..betul" ibuku ikutan juga sambil tertawa entah apa maksudnya -_-
nah kan..alay semua, ini sebenernya nyindir aku apa gimana sih? pada lupa ya kalo satu-satunya kendaraan yang bisa aku kendarai didunia ini, baik didarat maupun udara cuma sepeda, atau mungkin derivatnya yang berupa becak *nah, lebih enak pake becak malah kayaknya, kan rodannya ada tiga :P
mustahil juga kan kalo aku bilang aku bisa menerbangkan pesawat, atau sekedar memutar roda-roda diatas rel kereta.

Jadi untuk para pembaca dimanapun kalian berada, waspadalah..waspadalah. Jangan terlalu berharap dan rela menyerahkan apapun, seperti beberapa cerita para korban yang tertipu jutaan rupiah. Modus penipuan makin lama makin canggih, dari SMS berhadiah, kupon berhadiah, telpon undian TV, SMS mama minta pulsa dkk. Yakin deh, mana ada penipuan jenis ini dijaman Romawi :P

Sekian, semoga bermanfaat
Terimakasih  J

Comments

  1. Haha memang cuma hadiah duit Rp500(bekas kerokan) didalam bungkus makanan ringan yang dipercaya.
    Nice...

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, iya..sayangnya mobil ga bisa dimasukin bungkus makanan :P

      Delete
  2. gak cuman gopean loh yang di chiki
    tetangga aku pernah dapet gocap alias 50ribu di chiki zaky namanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh, emang iya pus?
      masih ada gak ya makanan gituan sekarang..jadi pingin nyoba..hoho

      Delete

Post a Comment

Popular Posts