Jangan jorok !
Cuci muka penting gak sih?
Hmm, kalo dosen mikrobiologiku bilang penting banget, baik
buat kaum adam apalagi hawa. Kenapa? Kerena kulit adalah barrier pertama dalam
sistem imun, karenannya kulit berpeluang besar untuk bertemu secara langsung
dengan “Strangers” baik debu, polusi dan yang paling sering adalah mikroorganisme..wah..wah, gentle banget yah J.
Sebenarnya secara langsung tanpa
kita sadari kita selalu berhubungan dengan yang namanya mikroorganisme.
Normalnya setiap mahluk hidup memang memiliki penghuni tetap yang secara alami
memang sudah ada dalam tubuh, maupun permukaan seperti halnya kulit. Jenis mikroorganisme
yang demikian biasanya disebut dengan mikroflora. Nah, apakah mikroflora itu?
Mikroflora normal manusia adalah istilah yang digunakan
untuk menggambarkan berbagai macam mikroorganisme seperti bakteri dan fungi
yang merupakan penghuni tetap dari bagian-bagian tubuh tertentu. Salah satu
contoh bakteri yang ada pada kulit adalah Staphylococcus epidermidis yang
bersifat nonpatogen namun dapat menimbulkan penyakit saat mencapai tempat
-tempat tertentu seperti katup jantung buatan dan sendi prostetik (sendi
buatan). Bakteri ini lebih sering ditemui pada kulit dibandingkan dengan
kerabatnya yang bersifat patogen yaitu Staphylococcus aureus. Secara keseluruhan ada sekitar
103-104 mikroorganisme/cm2 yang kebanyakan terletak pada stratum (lapisan)
korneum.
Mungkin memang mikroba itu bersifat normal dan tidak
menimbulkan kerugian terhadap kulit. Namun perlu diingat bahwa faktor
pertumbuhan juga mempengaruhi jumlah organisme itu sendiri.
Faktor pertumbuhan itu apa aja? Check this!
1. Nutrisi
2. kebersihan
seseorang (berapa seringnya dibersihkan)
3. kondisi hidup
4. penerapan
prinsip-prinsip kesehatan
Semakin baik kondisi lingkungan bagi pertumbuhan mikroba,
maka akan semakin cepat juga perkembangannya. Nah, sesuatu apapun kalau terdapat
dalam jumlah berlebihan kan kurang baik, termasuk juga bakteri dan fungi,
sehingga perlulah kita melakukan “pembantaian” pada beberapa mikroorganisme
terutama yang bersifat patogen tersebut dengan cara pememberikan desinfektan
atau surfaktan seperti halnya sabun. Bahkan mikroflora normal ada yang bersifat
opotunistik alias suka jadi jahat kalau keadaan memungkinkan.
Pernah punya jerawat kan? Meskipun banyak sekali faktor
pemicunya tetapi ternyata mikroflora dikulit juga memiliki peranan dalam pembentukannya.
Sebutlah Propionibacterium acne yang merupakakan salah satu spesies bakteri yang dapat
menyebabkan pori-pori tertutup dan akibatnya kerja glandula sebasea terganggu
dan..taraaa muncullah mahluk kecil bernama jerawat.
Percaya ga sih kalo banyak mahluk kecil berukuran mikron ada
di kulit kita? Percaya aja deh..kalo masih belum percaya, monggo di cek. Waktu
awal praktikum mikrobiologi dasar saat semester 3, aku udah pernah membuktikan.
Caranya gampang, tinggal kerik sedikit dari bagian kulit kita, kemudian dibiakkan
pada medium agar, dan inkubasi pada suhu yang cocok, tunggu hingga 2-3 hari,
maka akan tumbuh banyak koloni bakteri yang berhasil kita tumbuhkan dari
permukaan kulit kita. Bukan hanya bakteri di kulit, bahkan udara pun ada.. ini buktinya
![]() |
| ini adalah mikroba yang tiba-tiba tumbuh di medium setelah medium dibiarkan di udara terbuka selama 10 menit dan diinkubasi |
Jadi, untuk mengurangi resiko munculnya iritasi di kulit pada
bagian muka nih ya..karena komposis/susunan epidermis dan dermis pada kulit
muka itu berbeda dengan kulit yang lain yang ada pada tubuh manusia apalagi
kulit gajah, jadi pakailah sabun khusus untuk muka. Bukannya promosi atau
gimana, tapi buat kebaikan aja sih. Ibaratnya mau potong kue meskipun sama-sama
alat pemotong masa iya kita mau pake gunting :P
![]() |
| mungkin kalo rajin menjaga kebersihan, hasilnya seperti ini J
Mau mau mau?
|
Hal yang lain yang perlu diperhatikan, meskipun kita harus
menjaga kebersihan dengan cara membersihkan muka tapi jangan terlalu sering dan
berlebihan, karena itu berpotensi untuk membunuh mikroflora normal yang baik
yang seharusnya melindungi, atau bahkan kalau over niat hati mau steril, eh malah buat epidermis makin tipis, nah bahaya juga kan.
oleh karena itu cuci muka itu penting, gak ada hubungannya sama kemayu atau gender, tapi untuk kebersihan dan kesehatan. tapi ingat, jangan berlebihan karena pada dasarnya mikroflora normal juga perlu tumbuh di kulit sebagai bagian dari squad imun.
Sekian, semoga bermanfaat
Terimakasih
Terimakasih


Comments
Post a Comment