Pengalaman Baru (Lagi)

Berbicara didepan banyak orang tentu buakan hal yang mudah bagi sebagian besar orang, apalagi jika kurang bahkan tanpa persiapan. Hal inilah yang menimpaku beberapa hari yang lalu. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari sabtu tanggal 2 November 2013, himpunan jurusanku mengadakan acara semacam Olimpiade Biologi, yaitu UBC (Undip Biologi Competition). Acara ini merupakan sebuah ajang kompetisi bidang biologi untuk SMP dan SMA se-Semarang. Selain olimpiade ada juga workshop yang bertema “Biologi sebagai Teknologi Masa Depan”. Sebenarnya aku bukan panitia inti acara ini, tetapi karena aku panitia BOTM (Biologi on The Move), dan acara UBC ini adalah salah satu dari seangkaian acara BOTM, akhirnya aku diutus untuk turut serta dalam acara tersebut.
Waktu itu aku sedang mempersiapkan nomor untuk para peserta, tiba-tiba Fitra datang dan menanyakan tentang materi SimRiver, karena kami anak angkatan 2011 udah pernah praktek bagaimana cara penggunaanya, jadi dia meminta untuk dijadikan salah satu materi workshop karena ternyata salah satu pembicara hari itu mendadak tidak dapat hadir. Maigaat, kenapa mendadak banget kaya gini -_- awalnya ketika aku sama dea bersiap kembali ke kos untuk ngambil laptop di kos, puspa bilang kalo ternyata SimRiver ga jadi, dengan muka putus asa dan bilang nanti paling diisi sama hiburan. Whaat? Masa iya acara hiburannya mau satu stengah jam? Aku masih belum ngerti, tapi… ya udah batal deh ngambil laptop. Kemudian aku melanjutkan pekerjaan yang lain yang bisa aku lakukan, motong rumput, ngepel, nyapu *eh, bukan. Beberapa menit kemudian Fitra datang lagi dan menanyakan gimana SimRivernya, lah kan aku jadi bingung, ini mana yang bener, dan ternyata puspa belum tau kalo meteri SimRiver jadi disajikan, akhirnya aku sama dea bersiap ambil laptop. Jumlah anak 2011 yang hadir hari itu sangat terbatas, karena sebagian lain sedang mempersiapkan acara Pildatil besoknya, hari minggu.

Oke, 2 jam sebelum menuju jam 10.15 sudah mulai berjalan. Kami para 2011 akhirnya dengan persiapan yang agak grusa grusu juga membagi tugas untuk nanti. Aku sebagai penyaji materi didepan, Shifa, dea, Meiza, Puspa, Graha, akan menjadi kakak pendamping dalam kelompok-kelompok. SimRiver adalah sebuah “permainan” yang digunakan untuk mengetahui kualitas suatu perairan dengan menggunakan bioindikator berupa Diatom. In tentang protista, dan terakhir kali aku belajar tentang protista itu sekitar lebih dari setahun yang lalu. Yah, belajar dikit-dikit dulu deh, biar ga keliatan linglung juga ya, masa iya mau menyampaikan materi tapi masih bingung.

Awalnya aku masih santai dan masih jernih pikiran ini, masih belum demam panggung bahkan aku masih sempet buat lanjutin nonton KangChi, beberapa menit kemudian waktu aku liat rundown yang di tempel diruang panitia, aku mulai gugup karena ternyata tinggal terisisa 20-15 menit lagi untuk kami mempersiapkan itu semua. Dengan briefing dadakan, akhirnya kami siap. Mungkin ini kali yang dirasakan Kyungsoo kalo mau perform, rasanya gugup ga jelas, aku muter-muter ruangan, guling guling buat menghilangkan rasa gugup itu (jangan dipercaya karena ini adalah bohong) waktu aku memasuki ruangan, maigaat..aku harus ngomong gimana ini ya? Formalkah? Nanti adik-adiknya pada bosen lagi, gak formal, kan guru pendampingnya juga ikutan. Nah ya sudahlah, Just be you, lakukan aja seperti yang biasa kamu lalukan saat presentasi dikelas *ngomong sendiri.     

Awalnya ya cukup grogi, agak kaku gimana gitu ya, tapi Alhamdulillah ternyata tidak sekacau yang aku bayangkan, meskipun sedikit ada kesalahan teknis yang tiba-tiba proyektornya mati. Aku juga cukup senang karena ternyata guru-guru pendamping siswa, yang menjadi peserta workshop juga sangat antusias, cukup banyak pertanyaan dari mereka dan sangat tertarik dengan “permainan” itu.

Akhirnya aku bawakan dengan gayaku sendiri yang semi formal, dengan beberapa candaan dan pertanyaan unutk audiens. Beberapa anak terlihat malu-malu kalo aku mendekat dan bertanya langsung, hihi. TapI ada juga beberapa yang dengan tegas dan berani langsung jawab meskipun dia ada di kursi belakang, waa, salut banget deh sama anak macam ini. Sempet aku salah ngomong ketika aku bilang “dulu saya dan teman-teman saya waktu semester dua pernah menggunakan program ini, dan sekarang saya di semester tiga……”   belum selesai kalimatku, tiba-tiba rasanya langsung banyak mata yang melotot dan prostes, “Kok semster tiga??” suara itu berasal dari pemakai almamater lainnya diruangan itu “oh iya, salah..maksudnya semster lima, haha..tapi gakpapa deh bilangnya semester tiga, kan ga keliatan juga” eh terus ada salah satu ibu guru yang nyletuk “aaah, iya mba emang gak keliatan kok” ngeeek, apa banget ini ibunya -_-

Akhirnya, tak terasa satu setengah jam berlalu, aku rasa bukan awal yang buruk untuk pemula seperti aku ini, menjadi “pembicara dadakan dan kepepet” dengan materi yang persiapannya pun gak lebih dari 2 jam. Sejujurnya aku berterimakasih kepada keadaan itu, kepada panitia juga yang sudah memberikan amanah itu, membuat pengalamanku semakin bertambah. Yah meskipun tidak resmi, setidaknya itulah pengalaman pertamaku untuk menjadi pemateri didepan siswa-siswi SMP SMA se-Semarang, juga para guru pendampingnya.


Pengalaman baru, pengalam pertama memang menarik J

Comments

Popular Posts