Arti Sebuah ‘Ikatan’
Belajar dari keadaan disekitar
kita, belajar dengan alam yang selalu memberikan contoh untuk kita. Setelah
dulu aku pernah menceritakan analogi antara oosit dan spermatosit dengan kodrat
lelaki dan wanita, kali ini kita akan membahas sedikit mengenai materi genetik
yang membawa berbagai informasi mengenai diri kita. Dari DNA kita bisa belajar
tentang arti sebuah ‘ikatan’. Pasti pernah denger dong ya sama yang namanya
ikatan Phosopodiester atau juga ikatan hidrogen. Kalo aku analogikan disini,
keduanya sebenarnya menggambarkan secara langsung What does relationship mean.
Percaya gak?
Oke, mari kita simak
Dalam dunia manusia, umumnya ada
dua penggolongan hubungan yang sering kita temui, yaitu pacaran dan pernikahan.
Well, mungkin kamu bakalan bertanya, ini penulisnya lagi galau apa gimana ya,
kok tiba-tiba nulis begini. Haha engga kok, ini efek baca buku disertai cerita
dan realita yang terjadi disekitar yang bikin tanganku gatel banget pingin
segera menuliskan tentang ini. kembali ke topik
Pertama kita bahas antara pacaran
dan ikatan hidrogen dulu ya
Kalo kalian pernah denger, ikatan
hirogen pada DNA adalah ikatan yang menghubungkan antar basa nitrogen sitosin,
guanin, adenin serta timin. Loh, terus apa hubungannya sama pacaran? Sabar
sabar…belum selesai ini deskripsinya. Nah, sifat ikatan hidrogen ini sering
digunakan untuk teknik rekayasa genetik dan molekular lainnya karena ikatannya
mudah ‘putus’ dan mudah ‘nyambung’. Nah kan udah muali nangkep maksudnya? Belum
kah? Oke lanjut ajah. Ikatan ini juga
dapat berikatan dengan meolekul yang lain yang kemampuan membetuk ikatannya
juga sama. Proses pengikatannya juga ga rumit, asal TMnya (temperature melting)
cocok, gampang lah buat mutusin dan nyambungin lagi. Ikatan ini tak perlu
perantara yang spesifik atau sakral. Jadi kemungkinan untuk terjadinya suatu ikatan baru itu
sangat besar dikalangan dunia per DNA-an.
Begitu juga pacaran, asal kondisi cocok dan seseorang itu punya sifat yang sama
yaitu dapat mudah sekali membentuk ikatan dengan orang lain dengan cara yang
tidak sakral sama sekali dan terlalu mainstream pacaran bisa disebut agak mirip
dengan sifat dan proses terjadinya ikatan hidrogen. Ada beberapa kekurangan
atau beberapa hal yang membuat ikatan ini agak bikin nyesek dan kurang disukai
penulis adalah Pertama, ikatan ini gampang putus dan gampang nyambung alias
labil dan mudah goyah kalo ada perubahan lingkungan, masa iya suhu berubah, ph
berubah..langsung putus atau nyambung. Kedua, karena mudahnya ikatan ini saling
berikatan dan juga putusnya, jadi sifat ini dimanfaatkan untuk proses rekayasa
genetik sehingga bisa dipasangkan dengan molekul yang berbeda. Waduh, ini
menggambarkan kalo ikatan kurang setia dan gampang nyambung dengan molekul lain
asal kondisi fisisnya oke. Terus baik atau buruk? Hmm, aku gak akan menilai
kalau ini baik atau menjudge kalo pacaran itu buruk. Pasti masing-masing orang
sudah punya prinsip dan pandangan masing-masing mengenai ini. Iya kan? J
Kemudian yang kedua adalah
tentang ikatan Phospodiester dengan pernikahan
Kalo kalian pernah denger (lagi),
ikatan phospodiester adalah ikatan yang cukup kuat, ikatan ini menghubungkan
atara gula (Ribosa, tepatnya deoxyribose untuk DNA) dengan phospat pada struktur DNA. Ikatan ini juga disebut
backbone dari DNA. karena ikatan ini kuat, jadi buth yang namanya enzim untuk
menyambung dan memutusnya. Kalo untuk memutuskan bisa pake enzim restriksi, dan
nyambunginnya butuh enzim ligase. Lalu apa hubungannya. Yah, sama seperti hal
diatas tadi, sifat ikatan ini yang membuat dirinya disamakan dengan sebuah status
ikatan. Yah namanya orang nikah banyak yang bilang ini adalah proses yang
sakral, perlu adanya suatu ‘ritual’ untuk mewujudkannya, seperti halnya ikatan
phospodiester yang perlu enzim ligase untuk menghubungkkanya. Nah, setelah
ikatan itu terbentuk, walau badai menghadang, angin bertiup kencang, dunia tetap
berputar dengan indahnya dalam ikatan ini. Mereka tidak terlalu terpengaruh
dengan kondisi lingkungan yang berubah, entah itu pH, suhu, dan agak susah
untuk menghancurkan ikatan ini.
Tapi ingat ya, ini semua
sebenarnya kembali pada pribadi masing-masing. Karena ikatan adalah sebuah hal
yang perlu diperjuangkan untuk mempertahankannya. Tulisan diatas hanya
penggambaran secara umum aja kok J
So, which one will you choose?

ahahahah nice :)
ReplyDeleteanaloginya bagus ^_^
ReplyDeletehaha, makasih semua :D
ReplyDelete