curhatan setelah lebih dari sebulan

Rasanya lamaaa banget aku ga buka akun yang satu ini. Hmm, disela-sela kejenuhanku sama yang namanya laporan (yang bahkan sampe liburan ginipun masih berani ngikutin aku -_-), mungkin ini  adalah tempat pelarian terbaikku selain running man, the return of superman, drama korea, sherlock homes, atau juga EXO’s Show Time (tontonan baru yang bikin ketawa, ngeliat mas-mas ganteng *eh, harusnya oppa ya biar kedengaran agak korea gimanaa gitu..ah tapi mbok aku jowo, mas aja deh yaa* melakukan hal konyol, hoho). Tak terasa tahun udah menginjak 2014 (masehi) dan sudah memasuki bulan kedua. Hujan masih sering mengguyur meskipun kini yang dateng adalah cucunya (kecil). Berbicara mengenai hujan, entah mungkin perasaanku aja atau mungkin memang benar, intensitas hujan di awal tahun cukup tinggi dan banjir ada dimana-mana. Mungkin ada yang bertanya, hujan itu kan berkah, rizki, tapi kok jadi bencana? Kalo udah kaya gitu mungkin sebaiknya dikembalikan pada manusiannya untuk merenungkan, entah alam ini memang udah rusak atau manusianya yang juga mulai ikut rusak baik dari segi kepedulian terhadap lingkungan maupun akhlaknya. Semoga ada hikmah dibalik ini semua, semoga saudara-saudaraku setanah air atau yang ada di manapun selalu diberikan keselamatan, yang diberi ujian tetap tabah. Badaipun bisa berakhir, pasti ujian ini juga akan ada akhirnya J

Oke, beralih ketopik lain.
Tahun yang berganti biasanya juga diiringi dengan resolusi yang akan dilakukan selama setahun kedepan. Yah, kalo aku ga ada yang spesifik sih, biasanya kalo ginian aku bikin persemester (seperti yg pernah aku ceritakan dulu di postingan yang udah bulukan). Secara umum aku ingin mencoba menjadi orang yang lebih ikhlas, makin bisa menjadi pendengar terbaik terutama jadi pendengarnya mama, ga terlalu berharap berlebihan akan sesuatu karena hanya Allah yang bisa memberikan yang terbaik, makin bisa rapi baik dalam penampilan maupun kebiasaan, mengurangi ke’batuanku’ yang tanpa sadar makin menjadi. Ah, berbicara mengenai ‘batu’ akupun juga ga ngerti sejak kapan aku menjadi sebatu ini. Beberapa teman bilang kalo ekspresiku mulai pudar, Cuma ada ekspresi datar yang..yah bisa dibilang seperti batu. Bahkan ketika ditanyai pendapat Cuma dijawab seadanya, dan yang lebih parah ada yang nanya ‘kok kamu ga seceria dulu?’ siapa bilang aku gak ceria, atau mungkin bahasa langsungnya itu bersedih, enggak..sama sekali. Mungkin ini adalah efek stress berlebih yang sedang menimpaku di semester 5 ini. Ditengah berbagai urusan non-akademik kampus, aku juga mengambil salah satu mata kuliah Kerja Praktek, dimana mata kuliah ini mensyaratkan laporan kerja praktik. Dan proses inilah yang jujur membut lelah, meskipun ngelab udah selesai total sekitar bulan november lalu, tapi laporan masih harus revisi hingga akhir januari lalu. Kemudian ada juga kegiatan organisasi yang tahun ini prokernya luar biasa dan kebanyakan ‘makan tenaga dan pikiran >50%’ sampe-sampe hampir selama 2 bulan ga pernah ngerasain apa itu weekend.  Belum lagi kenekatanku untuk nyoba buat ikut macem-macem, dari mulai LKTI, PKM hingga kompetisi desain. Yah, meskipun pada akhirnya aku harus rela kulit menjadi keriput, menghitam dan semakin membuat seseorang sebut saja Fatin iri (baca:Tirus alias kempot) :P . Tapi proses memang nikmat, meski hasil seringnya belum semanis perjuangannya. Alhamdulillah, timku bersama mba Mae dan mas Panji waktu itu yang lolos di USF Undip mendapat juara poster terbaik J meskipun desainnya harus revisi hampir 80% beberapa jam sebelum dicetak gara-gara info tentang konten poster baru diinfokan sehari sebelumnya. Aku juga sangat bersyukur, dari 3 PKM yang aku dan teman-teman buat salah satunya lolos didanai J jujur ini adalah tahun pertamaku mengirimkan proposal PKM, agak sedih juga kenapa ga dari dulu, kenapa selalu menjadikan laporan dan tetekbengeknya sebagai excuse ga bikin proposal yang sebenernya bisa dikebut seenggaknya seminggu kalo beneran niat. Ahh, tapi memang yang namanya penyesalan selalu datang terlambat. Mengenai PKM yang aku ikuti, aku membuat dua proposal PKM-P dan satu PKM K, sedangkan untuk PKMku yang lolos adalah PKM P, haha..masih harus ngelab lagi ternyata semester depan. Tapi aku sangat senang, mengingat aku juga masih bingung semester depan mau ngapain setelah aku juga ga aktif organisasi. Semoga tim kami diberi kelancaran dan bisa menjadi salah satu squad yang bisa mengharumkan almamater, menjadi salah satu bagian yang mengharumkan almamater bukan hanya dengan semprotan Rapi*a atau rendaman Mol*o, dan terutama tentu menjadi penyegar bagi tetesan keringat orang tua kami yang membawa kami hingga menjadi kami yang seperti sekarang ini J

Kembali ke resolusi, sebenernya aku pingin banget bisa menjadikan “kurangi tidur siang, kurangi makan mie, kurangi kopi” sebagai salah satu resolusiku. Tapi, ah jujur susah banget deh sama yang tiga itu, tapi kalo ngurangin makan mie instant bisa lah, gantinya kan bisa mie ayam *nah! Sama aja mie -_- * tidur siang dikurangi? Aaah, susah susah, meskipun sebuah prestasi besar saat aku berhasil melewaktkan sebulan full ramadhan tanpa tidur siang (ya iya lah, orang selama itu juga dilab terus nggarap KP, piwe mau tidur siang). Sampe-sampe waktu itu siu yang tiba-tiba menyatroni kamarku dan melihat aku baru aja mau memulai ritual sakral disianghari itu bilang ‘nah! Pasti mau tidur, dasar bayi…tidur siang, bangunnya pagi banget’, ‘kalo bayi itu kan bahasa inggrisnya baby kan ya? Oooh, pantes aja kyungsoo suka pas banget nyanyi “Baby don’t cry~~” kalo aku udah mulai jadi ABG labil’ haha alasan yang selalu aku keluarkan kalo mereka (sebut saja chibi-chibi alay mulai ngeledek tentang kebiasaanku itu). Dan satu lagi, kopi..aduh, entah sejak kapan aku jadi suka banget sama minuman satu ini, bahkan saat aku bikin tulisan inipun masih ditemenin kopi item pekat tanpa gula biar greget kaya mbah dukun *haha, enggak lah yaa* tapi katanya kopi baik kok buat tubuh. ada beberapa penelitian yang mengungkapkan kalo kopi itu bisa mengurangi resiko alzheimer yang sampe saat in belum ada obatnya, cuma ada beberapa terapi yang masih dikembangkan seperti stem cell, dan sayangnya cadangan stem cellku yg pluripotent udah ga punya karena dulu mamaku  ga menginvestasikan stem cell waktu baru lahir, Cuma disimpen dikendi yang mungkin setelah 20 tahun sudah menjadi butiran debu *kok kaya lagu galau yg udah mendunia ya?*
Yah, tetapi harusnya aku berusaha…meskipun gak utama jadi salah satu bagian dari resolusiku, tapi aku akan mencoba, sedikit demisedikit dan pelan-pelan.

Aaah, akhirnya sekian tulisan yang bisa dibuat dengan isi acakadul ga jelas, seenggaknya tulisan ini bisa menjadi tanda kalau blog ini masih berfungsi

Sekian, Terimakasih J

Comments

Popular Posts