Saat kita Terjatuh
Setiap orang pasti pernah
merasakan sebuah, atau bahkan lebih tentang kegagalan, jatuh, terluka, dan
berbagai hal yang membuat down dan galau. Awalnya memang susah untuk bisa
bangkit dari keadaan ini. Jujur saja sangat sulit. Dampaknya? Kekecewaan,
kehilangan rasa percaya diri, merasa diri paling malang dan menjadi manusia
yang kurang beruntung, merasa tidak adil dan sebagainya. Akhirnya berbagai
emosi muncul entah bagaimana bentuknya. Sebagian besar orang melupakannya melalui
air mata. Yah, mungkin itu adalah cara yang paling mampu melegakan rasa
kekecewaan itu. Tak perlu gengsi atau jaim karena luapan air mata itu normal,
manusiawi dan bukan sesuatu yang memalukan.
Kesedihan rasanya terlalu jahat
dan perih jika disimpan dan dipendam apalagi jika harus dipupuk. Lalu apa yang
sebaiknya dilakukan? Keluarkanlah, luapkanlah, biarkan perasaan itu keluar
menguap dan hilang. Setelah itu bangkitlah, isi dengan perasaan positif, jiwa
optimis dan jadikan kekecewaan itu sebagai cambuk penyemangat. Beberapa orang
mungkin akan merasa lebih terpacu setelah mengalami sebuah ‘kejatuhan.’ Lihat saja
orang-orang sukses yang namanya terus muncul dalam buku pelajaran kita sejak
SD, atau bahkan dalam ensiklopedia dan biografi tokoh. Bukan sebuah jalan yang
instant bagi mereka untuk dapat mengukir sejarah. Bisa dibilang mereka adalah
orang yang sangat sudah kenyang dengan apa itu kegagalan. Tapi akhirnya, apa
yang mereka dapatkan? Buah kesabaran dan kerja keras.
Berbicara masalah ‘bangkit dari
sebuah kegagalan’ memang mudah, tapi prakteknya? Memang tidak semudah
kolaborasi jari-jariku dan pikiranku dalam menuliskan ini semua. Tapi…tapi
tapi, seberapa besar kesabaran kita, seberapa banyak usaha kita, dan
seberapa-seberapa yang lain yang mampu mengangkat kita dari keterpurukan itu
adalah yang terpenting. Jangan menunggu dan berharap pada hasil yang instant. Seperti
halnya pohon, tak bisa kita menanam hari ini lalu besoknya kita memanen
buahnya. Begitu juga apa-apa yang sedang kita kerjakan kali ini. Dimulai dari
penanaman, usaha untuk menghalau segala kondisi yang mampu merusak tanaman
kita, berapa banyak dukungan nutrisi yang perlu diberikan pada tanaman yang
kita tanam, dan akhirnya dengan kesabaran dan kerja keras kita bisa mendapat
buah manisnya. Tapi ingat, gagal panen juga sering terjadi. Jadi bersiaplah
dengan segala resiko kegagalan, dan bersiaplah untuk segera bangkit dari
kegagalan tersebut, agar kita tidak telalu lama berendam dalam kubangan
keruhnya kekecewaan J
Sekian
Semoga bermanfaat, dan…Selamat mencoba J
Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik (Henry Ford)
Semoga bermanfaat, dan…Selamat mencoba J
Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik (Henry Ford)
Comments
Post a Comment