Dare to Dream
Dari dahulu aku selalu bertanya,
kapan aku bisa pergi keluar dari pulau jawa? Tempat manakah yang akan aku kunjungi
pertama kali? Bukannya bermaksud meninggalkan, aku penasaran aja, masa iya udah 21 tahun
muter-muternya cuma di pulau Jawa aja. Dan you know what? Sejauh jauhnya aku pergi
dari pulau jawa itu waktu naik banana boat di pantai Bandengan, Jepara. Hahha,
konyol memang, tapi ya memang begini adanya. Sampai akhirnya kesempatan itu
hampir datang, yah hampir karena pada akhirnya kesempatan itu menguap secepat tumpahan
aseton di lantai. Waktu itu aku senang sekali karena ada kesempatan untuk menghadiri
pelatihan biologi molekuler di IBRC yang pastinya akan dilaksanakan di Bali,
waaah kapan lagi tuh dapat kesempatan untuk berkunjung ke pulau yang konon katanya
jauh lebih terkenal dari pada negaranya sendiri, hihihi. Dan kalo kalian kepo,
jujur aja aku belum pernah ke Bali, cupu ya? Haha dulu waktu ada study tour
waktu SMA aku gak ikutan karena belum mengantongi izin dari orang tua, dan
hasilnya hingga hari ini, detik ini aku belum pernah menginjakkan kaki ini di
Bali. Tapi kini lain cerita, udah mahasiswa meen, eh mahasiswi maksudnya, jadi saatnya
berpetualang ^_^b . Awalnya udah semangat tuh daftar ini itu nanya kesana
kemari, karena pendaftarannya cukup gampang dan persyaratannya cukup mudah,
hanya butuh passion dibidang biologi molekuler dan sedikit kemampuan berenang
karena memang kajiannya tentang marine biology jadi kemungkinan bakalan ada acara nyemplung ke laut, mungkin untuk sampling. Tapi tapi tapi…kalo belum rejekinnya
memang susah jalannya, jadi ternyata hanya ada 2 kuota untuk setiap perguruan
tinggi di Indonesia termasuk Undip, dan acara ini tebuka bagi mahasiswa baik
S1, S2, S3,S4, S5 eh, kebanyakan Es.nya (emang sa*sung galaxy -_-) dan juga dosen-dosen
juga peneliti dari berbagai wilayah di Indonesia. Yah, dari awal udah pasrah
deh karena memang kompetitornya lebih sangar dari pada aku yg masih anak bawang
ini, hingga akhirnya final pengumuman, jeng..jeng jeeeng, sudah dapat diduga
kalo aku tak berhasil lolos, dan orang yang beruntung itu adalah dua dosen dari
FPIK kalo gak salah, ah yasudah lah. Mungkin memang belum rejekinya.
Kemudian kesempatan yang tak
terduga datang lagi, awalnya ini jauh dari rencanaku sangat amat jauh. Waktu itu
aku dan juga dua temen berbagi sengsara Siu dan Jupe iseng aja bikin paper dan
kami kirimkan ke kepanitiaan di Korea dalam rangka conference disana. Awalnya lama
tuh gak ada kabar, kirain ya udah deh emang gak lolos review. Tapi seperti yang
aku bilang dan aku percaya, kehendak Allah itu maha dahsyat Gak disangka
ternyata paper kami lolos untuk oral presentation. Kaget sih awalnya, bahkan
aku sempet linglung dan, yaaah, masih bingung, beneran nih mau ke Korea? Akhirnya
dengan kenekatan dan pontang panting kesana kemari ngurus segala dokumen yang
kami butuhkan dari mulai paspor, visa dan juga kelengkapan dokumen yang perlu
kami lengkapi untuk keperluan conference disana, dan Alhamdulillah, kami
berhasil menginjakkan kaki kami di Korea untuk pertama kalinya pada tanggal 23
Agustus 2014. Inilah jawaban Allah, dahulu aku selalu bertanya, kapan aku bisa
naik pesawat? (norak mode on), tempat mana yang pertama kali aku tuju?, kalo
aku diberi kesempatan keluar negeri, negara manakah yang akan menjadi destinasi
pertamaku? Dan ini lah jawabannya, Korea. Sebenernya sih, seperti halnya
kebanyakan umat muslim lainnya, sejujurnya tempat yang pingin aku kunjungi
pertama kali adalah Mekah, tapi ternyata Allah punya rencana dan jawaban yang
lain, semoga next time aku bisa kesana. Aamiin.
Well, jadi kesimpulan apa yang
bisa ditarik dan diambil hikmahnya dari tulisan hari ini?
Seperti kalimat yang selalu
muncul dalam buku tulis sidu jama esde dulu,
when there is a will there is a way. Walaupun demikian, ‘will’nya kita seringnya perlu
diperjuangkan benar-benar, dengan sepenuh usaha serta dengan niat dan tekad
yang kuat. Meskipun kadang ‘way’ yang Allah beri tidak sesuai dengan rencana kita. Karena
Allah lebih tau apa yang memang tebaik untuk kita. Nah ternyata menginjakkan
kaki di tanah Korea juga menjadi salah satu target, salah satu impian dalam
hidup yang Alhamdulillah telah aku tuntaskan, dan sekarang, aku pingin banget kesana lagi. Jadi lagi-lagi, perlulah kita
menuliskan mimpi-mimpi atau minimal berani bermimpi, tak perlu sederhana dalam
bermimpi, toh mimpi itu gratiskan? Bermimpi setinggi tingginya, karena dengan
demikian tanpa kita sadari kita akan berusaha menggapai mimpi-mimpi itu dengan
sekuat tenaga.
Sekian tulisan kali ini, semoga
bermanfaat meskipun lagi-lagi isinya gak jelas :P
Tentang cerita dan pengalaman
kami di Korea? Tunggu tulisan selanjutnya yaaa :D
Byeee
And
Allah has made for you the earth an expanse. That you may follow therein roads
of passage . (Surat Nuh. 71:19-20)
| Ceritanya lagi otw ke University of Science & Technology (UST) Daejeon, South Korea |
| Didepan karya poster kami (Aku, Ifa, Iris) walaupun mereka gak ikut :"( |
| Menuju Namsan Tower, Lets go Girl ^^ perjuangannya broh...capek naiknya, kaya di Borobudur |
Comments
Post a Comment