Bismillah, perjalanan baru akan dimulai (Lost In Korea : part I)

Menginjakkan kaki di tanah Korea itu rasanya antara percaya dan gak percaya. Banyak pengalaman seru, menegangkan, mengagumkan, menyenangkan, lucu dan sebagainya. Wanna know more? Check this out guys

Jadi ceritanya dibalik suka dukanya, perjuangannya, pengorbanannya *lebay* keberangkatan kami ke Korsel, akhirnya perjalanan dimulai pada tanggal 22 Agustus 2014 flight kami pukul 22.05, maskapai yg kami gunakan adalah Korean Air. Nah disini nih deg degannya, karena pertama kali naik pesawat (karena ini pun pertama kalinya aku akan pergi meninggalkan pulau jawa) aku degdegan gimana gituuu, takutnya telat lah, salah terminal lah, salah gate lah, ibaratnya naik kereta yang Cuma di stempel karcisnya di peron aja sering banget hampir ketinggalan, apa lagi ini Intenational flight yg lumayan banyak ngelewatin security check sampe pemeriksaan imigrasi. Awalnya aku bingung, tapi ya udah lah masuk masuk aja, tinggal ngikutin petunjuk yang ada disitu, lagi pula mbak mbaknya juga masih pake bahasa Indonesia jadi enak diajak ngobrolnya. Well, akhirnya kami berhasil dapet boarding pass. Ini diaa taraaa
Ini punya Jupe tapi, hihi
Setelah melewati pemeriksaan imigrasi akhirnya dapet stempel juga untuk diizinkan keluar dari Indonesia.
Setelah itu kami mengikuti petunjuk berikutnya, dan akhirnya sampe pada security check (yang rasanya lumayan beda  sama sistem yang ada di korsel). Dan akhirnya kami berhasil sampai di ruang tunggunya pesawat kami (halah, kamiii gaya banget deh). Setelah beberapa menit berada diruang itu, aku baru sadar kalo ternyata kebanyakan orang diruang itu berwajah asia timur, sepasang suami istri yg sedang termehek mehek persis didepanku entah karena apa, berbicara dengan logat yang terdengan seperti orang jepang. Ya, aku memisahkan diri dengan jupe dan siu, karena kebetulan ga ada sisa tempat duduk untuk tiga orang barengan jadilah aku membolang sendirian, mengamati setiap gerak gerik yang ada disekitar, setelah beberapa menit melakukan observasi akhirnya aku mendapati beberapa calon penumpang berbicara dalam bahasa jepang dan sebagian besar dalam bahasa Korea. Well, masih di Indonesia aja udah rasa asing. Dimenit menit terakhir sebelum aku masuk pesawat, aku gunakan waktu sebaik-baiknya untuk menyapa ibuku by phone yang telat sampe bandara (jadi ceritanya ibuku memang lagi ada di tangerang sama bapakku *and of course adik adikku serombongan kalo gitu*, di rumahnya almarhumah buyutku krn ada kebetulan ada agenda di tangerang dan besoknya mau melanjutkan perjalanan ke Bandung). Ada rasa sedih karena aku belum sempet salim (salaman cium tangan) sebelum aku pergi jauh kan gimanaa rasanya, walaupun perginya juga gak sampe seminggu, tapi kan gimanaa gitu. Mau keluar negeri broooh, ibaratnya waktu mau balik ketempat perantauan dikota atlas aja salimnya berkali kali sampe tangan bapak ibuku licin, masa iya ini mau pergi ke negeri antah berantah yang selama ini Cuma bisa liat di tipi sama peta aja gak salim kan rasanya gak afdol. Hmmm, tapi yasudah lah..untung tadi sempet dianter bapak waktu kebandara.

Pengumuman yang berkumandang dari salah satu pengeras suara yang entah dimana letaknya *dalam bahasa Korea awalnya, walaupun setelahnya dilanjutkan dengan bahasa inggris* menuntun kami untuk segera masuk ke pesawat. Ada kejadian yang cukup menarik sebenrnya. Jadi gini, sesaat sebelum memasuk lorong nan panjang lagi, aku mendengar percakapan antara jupe yang lumayan jauh dibelakangku dan seorang bapak-bapak yang ternyata berwajah sangat Indonesia. Tapi karena kuping ini udah lebih dari 20 tahun mendengar bahasa Indoneisa, jadi percakapan mereka sangat dominan dan dapat dengan mudah aku kenali dibandingnkan dengan bisik-bisik bahasa asing yang ada disekitarku. Kalo gak salah berikut percakapan yang aku dengar
 “hmm, abis cuti mba?” tanya si bapak
“eh, cuti pak? Cuti apa ya pak? Hehe” ini jupe hehenya beneran datar loh
“cuti lah mba, kaya saya ini. Kemarin baru aja cuti terus pulang dan sekarang mau berangkat lagi”
“oh, bukan pak ini saya baru mau ke Korea ada acara student conference disana, saya mahasiswa pak” akhirnya jupe mulai paham
“oh, mahasiswa..maaf loh mba saya kira kaya saya ini hehe” dan bapaknya juga paham
Kalian paham maksud percakapan itu? Hahaha, aku nahan ketawa sebenernya denger obrolan mereka, kalo aku tebak sih..dan kemungkinan emang bener, jadi ini ternyata bapaknnya nanyain masalah cutinya sebagai salah satu tenaga kerja di Korea. Well, jadi mitos yang bilang kalo kita meu bepergian keluar apalagi dengan penampilan biasa-biasa aja bakalan dikira as a worker, you know what I mean lah yaa.

Oke, akhirnya sampai juga lah kami ke seat masing masing, dan Alhamdulillah doaku dikabulkan untuk dapet seat window, kan pingin liat pemandangan diluar, hehe *maaf noraknya keluar lagi, padahal itu perjalanan tengah malem. gelap*. Ini adalah pertama kalinya aku naik pesawat, waktu itu aku berpikir, apakah semua pesawat selalu seperti ini, you know? Ini pesawat ekonomi tapi fasilitasnya jauh lebih baik dari pada kereta eksekutif yang aku naiki beberapa hari yang lalu. Bantal ada selimut lembut, headset, sikat gigi dan odolnya serta sendal kamar mandi udah disediakan di seat kami masing masing. Belum lagi saat aku duduk, kursinya nyaman bangeet, dan didepanku udah berisi berbagai bacaan dan juga ternyata ada stiker yang bisa kami gunakan selama perjalanan dipesawat dan, yah sebuah layar mungil yang menyediakan banyak fasilitas, dari film, music, game, info incheon airport yang akan menjadi destinasi kami, dan yang paling aku inget adalah monitor kamera yang bisa dipake untuk melihat pemandangan diluar pesawat.   
Sebelum sampai di Incheon, akan lebih mudah kalau memperlajari ini dulu
Hal yang lain yang aku ingat adalah pramugarinya, cantik cantik luar biasa beneran kaya artis Korea, kulitnya mulus dan sangat ramah, pakaianya sangat amat sopan *ini beneran loh, agak beda sama pramugarinya maskapai yg kami pakai pas pulangnya* menyapa kami ramah dengan bahasa inggris yang kental aksen Koreanya, jadi kupingku agak budeg gimana gitu kalo mbak-mbaknya ngomong, ibaratnya listening inggrisnya british aja masih ngap-ngapan, ini inggrisnya versi Korea, pronounciationnya harus didengar dan pahami ekstra. Salah satu pramugari yang paling sering mendekati kami waktu itu bernama Bi Min Ji (Alhamdulillah, sebelum keKorea sempet belajar tulisannya dikit-dikit, dan ini sangat bermanfaat selama kami diKorea). Perkiraan kami akan sampai di Korea pukul 7 pagi waktu Korea, atau jam 5 pagi waktu Indonesia. Karena masih lamaaa banget dan sudah mulai bosan, akhirnya aku terlelap.

Beberapa jam kemudian, aku tebangun karena jupe menawarkan ‘very late dinner’. Hmm, kebetulan perut mulai lapar, dan ternyata kami melewatkan pembagian ransumnya tadi, akhirnya kami makan belakangan disaat yang lain malah tertidur pulas. Menu yang disajikan sangat Korea sekali, ada bibimbab, soy bean paste, dll yang aku gak tau namanya. Kurang lebih gini

bingung makannya mulai dai yg mana -_-

makanan jupe cuma dipandangangi, krn  katanya rasanya aneh *lidahnya gak cocok kali yaa. hehe

Andai kami menyadari adanya stiker ini dari awal, mungkin kami gak akan 'telat makan'

Selesai makan, aku memutuskan untuk tidur (lagi). Hahaha, kebiasaan, gak di darat gak di udara tidur terus -_-
Beberapa jam kemudian aku terbangun lagi, di sebrang tempat duduk kami aku melihat ada seorang wanita berkerudung yang aku duga sedang membaca Al-Quran. Ah, aku langsung ngecek jam tangan dan bener aja udah jam 5 pagi *entah waktu Korea atau Indonesia aku lupa* aku langsung membangunkan jupe dan segera bertayamum untuk segera solat Subuh *akhirnya, ilmu Fiqih yang dulu hanya aku pelajari teorinya saja waktu EsEd bemanfaat juga, hihihi, Alhamdulillah yah.*   
Beberapa saat kemudian pramugari menginstruksikan untuk membuka jendela, dan Subhanallah, MasyaAllah….ini cantik sekali, pemandangan putih kapas yang mengingatkan aku pada petualangan Peter Pan dan Wendy di Neverland.
 
Awan putih ini mengingatkan perjalanan beberapa tahun yg lalu saat aku SMA. Melewati lautan kabut saat menuju tempat rantauku di Purwokerto melalui jalan pintas. 
Beberapa saat kemudian akhirnya pesawat yang kami tumpangi mendarat mulus di landasan Bandara Incheon. Alhamdulliah, awal perjalanan baru saja akan dimulai J


*Tunggu Cerita selanjutnya yaa

Comments

Popular Posts