MORFOLOGI DAUN SOKA
( Folium Ixora sp )
KLASIFIKASI
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Asteridae                                
                         Ordo: Rubiales
                             Famili: Rubiaceae (suku kopi-kopian)
                                 Genus: Ixora
                                     Spesies: Ixora paludosa ; Ixora coccinea
(www.plantamor.com)

                                
sumber : arealasgar.blogspot.com                                            Ixora coccinea
                                                                                  sumber : www.plantamor.com



DESKRIPSI
Daun soka (Ixora coccinea L) merupakan daun yang tidak lengkap, karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Merupakan daun majemuk menyirip dengan anak daun yang berpasangan karena duduk daun pada ibu tangkai saling berhadapan. Tangkainya berukuran 1-2 cm, umumnya berwarna hijau dan coklat pada bagian yang dekat dengan batang (caulis). Helainya menunjukkan sifat-sifat yang khas, yaitu helaianya berbentuk jorong (ovalis atau ellipticus) karena memliki perbandingan panjang : lebar = 2:1. Ujung daunnya (apex folii) berbentuk runcing (acutus) , karena kedua tepi daun kanan dan kiri ibu tulang daun membentuk sudut lancip (kurang dari 90°). Selain ujungnya yang runcing, pangkal daun (basis folii) daun soka juga memiliki bentuk yang runcing. Kemudian bentuk tepi daun (margo folii) memiliki bentuk rata (integer). Daun soka memliki bentuk pertulangan daun (venatio) yang menyirip (penninervis), karena bentuknya seperti sirip pada ikan. Karena umumnya daun dengan tulang daun menyirip ditemukan pada tumbuhan dikotil, sehingga dapat disimpulkan bahwa daun soka merupakan tumbuhan dikotil (berbiji belah). daging daun(intervenum), yaitu bagian daun yang terletak diantara tulang daun (venatio) berbentuk seperti kertas (papyraceus) karena tipis tetapi cukup tegar. Daun soka memiliki warna daun hijau muda hingga hijau tua. Jika diraba, permukaan daun terasa halus, ada yang mengkilat (nitidus), seperti pada Ixora coccinea dan suram (opacus) seperti pada Ixora paludosa.
Karena pada buku-buku berikutnya kedua daunya membentuk membentuk suatu silang dengan dua daun dibawahnya tadi, sehingga dinamakan berhadapan bersilang. (folia opposita atau folia decussata). Dengan demikian dapat ditentukan rumus daunnya yaitu ½, yang maksudnya adalah ada satu spiral genetik yang melewati 2 duduk daun (nodus). Nodus pertama akan sama posisisnya dengan nodus yang ketiga, dalam satu garis lurus yang disebut sebagai ortostik. Dari rumus daun yang telah diketahui, dapat ditentukan besarnya sudut divergensi, yaitu sudut yang terbentuk dari dua daun yang saling berurutan. Besarnya adalah ½ x 360° = 180°. Sehingga sudut divergensi dari daun soka adalah 180°.

                          

                  Ixora paludosa                                                             Ixora coccinea
Sumber : biologyclassification.blogspot.com                              Sumber : en.wikipedia.org









Comments

Popular Posts