Ar Rahman dan Kebiasaan
Setelah baca surat Ar Rahman, aku jadi inget sama pernyataan
tmen aku beberpa waktu lalu yang masih berhubungan dengan surat ArRahman. Jadi
dia bilang semoga 4 atau 5 tahun lagi bertemu dengan seseorang yang datang
membawa hafalan surat ArRahman. Hmm, apa ya maksudnya..ahaaha pura pura deh :P
. 4 atau 5 tahu lagi bukan waktu yang lama ternyata, dan tanpa aku sadari aku
semakin tua aja -_-
oke, mungkin memang belum saatnya aku membicarakan masalah ini, tetapi kodrat
sbagai perempuan yang normal dan wajar aku mungkin akan sering bersinggungan
dengan hal macam ini. Aku awalnya sempat menertawakan temenku ini, karena posisi
dia adalah leader KAAI (yang merupakan grup alay berupa grup bayangan di
angkatanku) dan kali ini boleh lah bilang wow karena seorang macam dia bisa
berucap agak jernih,(hoho…maaf ya nazil ^^V)
Tapi ucapan dia mantap sekali, seorang yang membawa hafalan
surat ArRahman. Terus aku coba memunculkan berbagai pertanyaan. Andaikan seseorang
itu memang hafal, bagaimanakah cara dia menghafal. Bukan kah lebih indah kalau
menghafal karena kebiasaan? Dibandingkan dengan menghafal karena sebuah syarat
untuk disetujui? jadi keliatan nih kalau emang seseorang tersebut punya
kebiasaan yang baik dan keren. Mungkin ini bukan berlaku buat surat ArRahman aja…
Ngomong omong tentang
kebiasaan, apa yang menjadi kebiasaan akan jadi icon diri. Contoh diatas tuh,
kalo punya kebiasaan baca surat ArRahman tanpa harus menghafal pasti akan
lancar sendiri. Percaya ga? Contoh lain aku punya kebiasaan naruh segala
perlengkapan kuliah di tempat yang sama, terus suatu hari aku buru-buru
kekampus sementara belum nyiapain apa yang harus dibawa. Karena kebiasaan nih,
jadi dalam hitungan detik semua bisa beres (ini yang aku rasain akhir-akhir ini).
Contoh lagi, entah kenapa karena udah beberapa bulan punya tanggungan yang
cukup berat, aku harus merelakan banyak waktu tidur. Jadi sering pasang alarm
jam 1 atau jam 2 . nah, karena sering kebangun jam segitu, entah kenapa jam
segitupun biasanya bangun sendiri tanpa harus pake alarm (meskipun biasanya
abis itu tidur lagi). Contoh kesekian aku punya temen yang punya kebiasaan aneh,
makan pake kecap. Apapun makanannya harus ada kecap. Suatu hari kecap dia habis,
dia jadi males makan dan mau ga mau harus beli kecap dulu, aneh sekali -_-
Dari coretan diatas, aku menyimpulkan kalo kebiasaan itu
pengaruhnya kuat banget. Bahkan alam bawah sadar merekam kebiasaan dan akan
merangsang syaraf, indera untuk mengerti dan bekerja tanpa butuh komando dan
mengeluarkan banyak energi untuk memikirkanya. Jadi mau jadi orang yang seperti
apa terserah pada diri sendiri, sekali lagi…dimulai dari kebiasaan.
Alhamdulillah masi update ya :D
ReplyDeletekamu mau afalin surat Ar-Rahman ?
iya nih,lumayan banyak waktu luang...:D
Deleteengga juga, kalo akhirnya jadi hafal sih menyenangkan sekali, susah deh kayaknya, banyak ayat yg diulang itu...bikin pusing, hehe