Laporan VS Lingkungan
Aku nulis ini setelah melewati masa yang cukup panjang
bersama laporan yang super banyak. Ya, di semester tiga ini laporan praktikum
yang harus aku kerjakan itu ada 5 karena emang praktikumnya ada 5. Fisiologi
hewan, fisiologi tumbuhan, sistematika hewan, mikrobiologi dan genetika. Itu
adalah laporan yang harus aku buat setiap minggunya. Rasanya itu hmm…
Setelah praktikum selama hampir 3 bulan ini, aku mulai
merasakan kelelahan yang luar biasa. Jam tidur ga jelas, susah konsentrasi kalo
lagi di kelas, bahkan kamar kondisinya kaya kapal pecah. Bukan hanya aku tetapi
sebagian besar temenku juga mengalami hal yang sama. Makanya kalo liat temenku
sekarang ini (bahkan diriku sendiri) semuanya lusuh dengan kantung mata yang
keliatan banget, muka yang kusam, kadang kadang pucat, dan segala jenis
penampakan yang lain yang mengerikan.
Nah, itu beberapa efek samping yang disebabkan oleh laporan.
Sekarang mari kita liat betapa dampak laporan bukan Cuma menyerang praktikan.
Kita liat dari sisi yang lain
Gambar diatas itu adalah banyaknya pulen yang berhasil aku
simpan bangkainya. Aku mulai mengumpulkan itu semua dari awal semester satu,
sampai sekarang. Jumlanya sekitar 30an.
Lanjut ke gambar berikutnya
Ya, kertas folio adalah bahan dasar pembuatan laporan. Dari
awal semester sampe sekarang rata-rata penggunaan kertas itu sekitar 2-2,5
bungkus kertas folio isi 200 lembar. Berarti kalau total penggunaan kertas
folio selama 3 semester adalah 400-500
lembar. Itu baru kertas folio aja ya. Nah belum lagi kalo yang laporan diketik.
Terakhir aku ngumpulin laporan diketik itu tugas kelompok dan rata-rata
perkelompok menghabisakan sekitar 70-90 lembar kertas. Belum lagi kalau harus
revisi terus ngeprint lagi, jadi dobel deh.
Oke sekarang kita hitung.
misalkan setiap orang menggunakan folio 2 bungkus isi 200 jadi satu orang pake
400 lembar. Jumlah angkatanku sekarang sekitar 76 orang, jadi 400x78=31.200
lembar kertas folio yang dipakai oleh temen-temen seangkatanku selama 3
semester. cukup banyak ternyata.
Kertas seperti yang kita tau terbuat dari pohon. Tapi sebuah
pohon sebenernya bisa menghasilkan berapa banyak kertas ya?
Setelah cari info lewat mbah, ternyata 1 pohon itu bisa
mengahasilkan sekitar 8000 kertas. Jadi kalo kartasnya sebanyak 31.200, banyak
pohon yang telah gugur dikorbankan adalah sekitar 4 pohon.
Memang pohon itu gampang untuk ditanam dan merupakan bahan
alam yang dapat diperbarui. Tapi kalo pohon ditebang terus, gimana nasib generasi
pohon selanjutnya? Untuk membuat berjuta lembar kertas itu jauh lebih cepat
dari pada proses pertumbuhan pohon itu sendiri. Kalo pohonnya di tebang terus,
nanti siapa yang mau menyediakan Oksigen ? masa iya mau bergantung sama
mikroalga? Ga akan cukup buat orang sebumi.
Hehe, ini Cuma iseng-iseng aja karena miris melihat tumpukan
kertas di kamar yang menggunung. Semoga aja cepat ditemukan metode terbaru
untuk pebuatan laporan biar ga makan kertas dan menelan pohon :D
Let’s Save Earth :D


Comments
Post a Comment