First love
Everyone can see
there’s a change in me
they all say i’m not the same
kid i used to be
Don’t go out and play
i just dream all day
they don’t know what’s wrong with me
and i’m too shy to say
It’s my first love
what i’m dreaming of
when i go to bed
when i lay my head upon my pillow
don’t know what to do
My first love
he thinks that i’m too young
he doesn’t even know
wish that i could show him what i’m feeling
cause i’m feeling my first love
pernah denger
lagu ini? Lagu yang dipopulerkan oleh Nikka Costa dan pertama kali aku denger
versi Maudy Ayunda,keren loh J
First love
katanya datang tanpa diduga, tanpa direncana, dan mengalir begitu saja. Sulit
untuk dilupakan dan bahkan gambaran saat pertama kali bertemu masih terbayang
seperti halnya saat kita menatap layar televisi.
Mungkin
termasuk salah satu kisahku. Cerita ini berawal sekitar sepuluh tahun yang
lalu, saat itu aku berusia 9 atau 10 tahun hmm, entah lah aku lupa, mungkin
terdengar terlalu dini untuk bisa membuat kisah pertemuan dengan apa itu yang disebut
dengan First love, tapi ini benar-benar terjadi, jadi simak lah dan just let it
flow.
Liburan
kenaikan kelas merupakan hal terindah yang dimiliki pelajar seluruh dunia,
setuju? Seperti liburan kenaikan kelas waktu itu, aku bapak, mama dan adikku
kami berlibur ke kota nan elok, Yogyakarta. Mengunjungi beberapa kerabat bapak
yang lama tak berjumpa. Kami menginap di salah satu rumah teman bapak, beliau memiliki seorang anak lelaki,
sepertinya umurnya hanya beberapa tahun lebih tua dari aku. Awalnya memang agak
canggung, mengingat kami baru saja bertemu. Cerita berubah saat besoknya kami
jalan-jalan disekitar kampus UGM. Yah, mungkin begitulah anak-anak, cepat
beradaptasi dengan modal SKSDnya. Mungkinkah dia yang aku maksud? Tenang,
cerita ini tidak berakhir sesingkat itu, ohoho… karena sayang sekali bukan dia
yang aku maksud J
Setelah itu,
aku bapak, mama dan adikku mengunjungi salah satu toko buku yang masih sepi
pengunjung. Sepertinya memang kami terlalu pagi datang. Aku yang saat itu masih
punya sedikit hobi baca (karena
sepertinya hobi ini sudah menguap digantikan dengan tontonan dari negeri
ginseng) melihat toko buku sebagai surga dunia. Tanpa sadar aku memisahkan
diri dengan yang lain, menuju sebuah ruangan yang berada satu lantai lebih
tinggi. Aku menelusuri rak-rak buku dan ups, disitulah aku bertemu dengannya,
dia yang sejak awal aku maksud, dia yang mungkin aku sebut sebagai first love
berbalutkan warna biru putih dan, langsung aku menyambarnya meskipun aku belum berkenalan apalagi tau namanya, sedikit agresif memang. Segera saja aku turun dan menunjukkan pada bapakku tanpa bisa aku
memperkenalkannya. Yah, jujur waktu itu aku belum tau namanya. Yang bisa aku
lakukan saat itu hanya menunjukkan dan meminta bapakku untuk segera
menggandengnya ke meja kasir. Saat itu yang aku ingat hanya tulisan “Cerita Spesial Doraemon Dinosaurus” .
tak lama kemudian aku tau dia bernama
komik.
*Hahaha,
serius amat bacanya :P
The end..
Iya, jadi kisah diatas adalah kisah pertama kali aku tau apa itu komik, selain dari apa yang biasanya aku kumpulkan tiap serinya dari susu Dan**w . Aneh dan lebay emang, lebih ke norak sih ya sebenernya :P sejak saat itulah aku addicted sama komik dan untungnya bapak merestui kegemaranku yang baru itu, bahkan mendukung dan akibatnya bapak sering kewalahan dengan permintaan doraemon yang lain. Aku bersyukur karena setidaknya aku tidak seperti teman sebelah rumah yang backstreet karena emang dilarang baca apalagi beli yang namanya komik, jadi dia sembunyi-sembunyi beli dan menyimpannya dikamar. Awal aku memulai persahabatan dengan komik itu selalu yang aku suka adalah Doraemon, kemudian datanglah komik-komik lain, lama kelamaan aku juga suka dengan cerita detektif seperti halnya conan, Kindaichi atau juga Jugoro, dan bukan hanya komik jepang (manga) atau korea (manhwa) tapi ada juga komik dalam negeri yang suka aku baca (bahkan papan reklame juga jadi target bacaanku *eh itu ga termasuk ya?). Mungkin karena bakat alam atau gimana, aku emang sedikit suka promosi, persuasif menularkan virus dan kali ini jenis virus yang aku tularkan adalah membaca (ini sih komik yg dibaca -_-). hampir setiap hari aku membawa komik ke sekolah, padahal waktu itu saat aku masih SMP ada larangan untuk membawa hal-hal yang demikian, tapi yaah..emang bandel dan request dari temen-temen yang sudah berhasil aku inisiasi dengan virulen-virulen itu, jadi mau gimana lagi.. hihi. Rasanya gak seru aja kalo tau cerita terus cuma disimpen sendiri, ntar giliran mau cerita temen-temen gak nyambung kan gak asik :P. Salah satu yang sangat aku ingat, waktu itu pernah ada satu seri manga judulnya +Anima, ini ceritanya bagus..ada sedihnya, menyenangkannya, dan lebih banyak ketawannya. Nah, manga ini pernah selama beberapa bulan beredar dikelas, karena hampir seluruh teman dikelas mau tau juga ceritannya akibat aku komporin, hihi. Bahkan beberapa kali aku sempat mengadakan short course untuk temen yang masih bingung cara membacanya, dan akhirnya mereka suka meskipun gak semuanya kemudian kecanduan juga.
Saat usiaku
sudah bisa dibilang remaja, orang tuaku awalnya khawatir karena aku terlalu
suka dengan bacaan yang menurut mereka cocok untuk anak SD (mungkin karena tau
kalo Nobita itu ga pernah naik kelas. Karena sampe aku kuliahpun dia masih
kelas 5 SD), beberapa kali malah merekomendasikan komik yang agak bernuansa ala
anak remaja perempuan pada umumnya, nah aku sih yang namanya dibeliin ya nrimo aja. Beberapa tahun
berganti. Aku harus meninggalkan kehidupan menyenangkan di rumah karena harus
menjadi anak perantauan. sejak saat itu aku mulai mengerti arti kerasnya hidup,
menjadi anak kos yang serba pas-pasan terutama diakhir minggu, jarang banget
ngumpulin uang sendiri buat sekedar beli karena kadang akupun ga ngerti kemana
aja uang itu menghilang :P dan akhirnya aku semakin jauh dengan komik karena
merekapun aku tinggalkan dalam sebuah lemari disudut kamar di rumah. Mungkin
ini kesempatan bagus bagi orang tuaku untuk menginisiasku dengan berbagai
bacaan yang mulai dewasa (bukaan bacaan dewasa yg xx loh, maksudnya lebih ke
bacaan yg open minded). Diawali dengan novel-novel teenlit, aku inget banget
ini adalah novel pertamaku, judulnya Second
chance. Ceritanya tentang arwah gentayangan yang akhirnya diberikan
kesempatan untuk hidup lagi setelah mendapatkan berbagai cerita dalam
perjalanan dirinya menjadi roh yang kepo dan segera mengubah pandangan hidupnya. Kemudian beranjak ke novel-novel yang
membangun motivasi belajar atau cerita tentang perjuangan, seperti tetraloginya
Laskar Pelangi, Trilogi Negeri Lima Menara, dll.
Dan sekarang era memang sudah berganti, pola
pikir orang tuaku juga sudah mulai bergeser lagi sepertinya. Entah kenapa
akhir-akhir ini orang tuaku terutama bapak sering sering tiba-tiba memberikan
novel yang based on true story tentang kehidupan dan perjuangannya. Sebutlah 9
Summers 10 Autumns, Mimpi sejuta Dolar, Memeluk mimpi mendayung harapan. Beberapa
novel tersebut kebanyaka bercerita tentang perjuangan dari mahasiswa dan
setelahnya mau kemana? Ceritannya mengharukan dan menggugah.
Bacaan itu
ternyata memang lebih menyenangkan jika disesuaikan dengan kondisi dan usia. Karena efeknya
kerasa banget dan kadang bisa membuat melek
meskipun cuma sementara, hehe…tergantung orangnya juga kali ya… Tapi aku
tetap punya jenis novel favorit dong, kebanyakan seperti novel fantasi, fiksi
ilmiah, travelling dll J
Haha, demikian
kisahku dengan my first love, lalu endingnya gimana ya? Yah, karena akupun
masih punya banyak adik yang bisa meneruskan hobiku dengan baca komik juga,
mungkin aku bisa lah sedikit barter sama novel kalo lagi mood, itupun kalo
mereka akhirnya jadi addict juga hoho
Sekian
Xiexie,
Zaijian
![]() |
| Dan ini adalah novel pertama yang aku punya J |
![]() |
| Ini dia yang aku maksud :D |


grrr dasar norma .. judul sama lagu pengantar g ada hubungannya sama isi :p
ReplyDeletehaha.. :D
tapi kreatif (y)
Haha, biarin :P
Deletetapi makasih loh :D