Girls! Be strong :)
Ceritanya ini adalah tulisan
yang isinya mungkin bisa sedikit agak menenangkan hati teman. Ya,
beberapa hari yang lalu dia mamintaku untuk membaca postingan terbaru
diblognya. Emang kenapa ya? Kok tiba-tiba. Nah setelah aku baca..isinya adalah tentang
curhatannya dia dengan apa itu sebuah perasaan. Meskipun aku tau ini
berhubungan dengan apa, tapi aku rasa dia jauh lebih terbuka dalam tulisannya
dibandingkan dengan saat dia membagi kisahnya dengan kami, sahabat-sahabatnya. Kami
tau kronologi kejadian saat dia masih menduga-duga, saat dia mulai bingung, saat
kami meledeknya, dan hingga akhirnya fakta itu terkuak dan membuat kami hanya
bisa menghiburnya. Sebenarnya sudah hampir setahun semua itu, tapi dia masih
belum bisa menghilangkan rasa sakit hatinya. Yah, wajar sih..jujur aja aku juga
sempet agak kesel sama si kakak itu gara-gara sampai sekarangpun masih suka
nyapa temenku itu dengan suara yang menurutku menggelikan, padahal jelas-jelas
disampinya sedang ada betinannya yang membuat temenku itu suka langsung kabur
dari pada nyesek.
Oke, membicarakan masalah
perasaan itu memang banyak ragamnya dan cukup sulit untuk dimengerti. Karena
kali ini kita harus berhadapan langsung dengan manusia, organisme eukariotik
yang gennya sangat amat kompleks. Susah untuk ditebak, ekspresi gen apa yang
akan muncul. Sebagai seorang perempuan mungkin kita harus lebih bisa waspada
terhadap segala ucapan dan perilaku manis dari seseorang, apalagi yang namanya
lelaki. Mungkin ada baiknya kita membentengi diri dengan bersikap agak sok cuek dan yang
terpenting adalah tidak cepat mengambil kesimpulan secara sepihak. Menyakitkan memang
sepertinya jika dia sepertinya memberikan banyak perhatian yang membuat kita
melayang jauh menembus awan, troposfer, stratosfer, mesosfer dkk hingga
menembus lapisan ozon menuju bulan dan bertemu dengan bapak Neil Amstrong
disana, sudah terlalu jauh perjalanan imajinasi kita, tapi kemudian kita harus
jatuh kembali ke bumi, dan betapa luar biasa sakitnya. Bagi sebagian orang
mungkin ini dapat membuat luka yang agak sulit sembuh dan side effectnya adalah
trauma untuk bertemu hal semacam itu lagi. Yah, sekali lagi…memang kodrat kita
adalah seorang perempuan yang sepantasnya dan sewajarnya diam dan menunggu,
tapi kalau dalam masa penantian hanya di terbangkan untuk selanjutnya di
jatuhkan kan menyebalkan juga ya -_-
Mari kita lihat dari sisi
positifnya, kita sebagai perempuan harusnya bisa belajar banyak dari pengalaman
yang seperti itu. Gak berarti kita harus mangalaminya juga looh, mungkin
belajar dari pengalaman teman. Bukankah baik kalau kita tahu busuknya diawal
dari pada nanti menyesal? Setidaknya kita bisa tau orang macam apakah dia itu. Kita
juga harus lebih kuat dan tidak mudah goyah dengan apalah itu yang namanya
perhatian yang masih belum jelas. Intinya jangan cepat berspekulasi, jangan
terlalu berharap kalau semua itu masih menjadi misteri *halah.
Hal yang penting yang perlu
dilakukan untuk seorang perempuan, just be you. Ga perlu berubah untuk
mendapatkan perhatian yang lebih dari seseorang yang kita ingingkan. Apa yang
kita inginkan belum tentu terbaik buat kita loh, karena Allah jauh lebih tau
apa yang terbaik untuk kita. Gak perlu bersusah payah untuk dapat menyamai
dengan standar yang sepertinya disukai olehnya, karena kalau memang dia belum
bisa menerima apa adanya, sebaiknya berhenti saja dan temukanlah yang bisa. Yakin
deh, pasti ada. Kalo jodoh itu gak akan kemana, kalo kemana-mana..ya bukan
jodoh berarti, iya gak J
Jadi ingat dengan perkataan dosen
pembimbingku, Ibu Hermin. Beliau mengatakan seorang yang benar-benar serius
akan setia menunggu hingga waktu yang tepat meskipun mungkin harus sepuluh
tahun lamanya. Wah waaah, tapi gak sampe sepuluh taun juga kali ya kalo umurnya
udah setua ini :P
Jadi kesimpulannya, ayo
sahabat-sahabat wanitaku yang luar biasa. Kuatlah, jangan mudah goyah dan
menjadi lemah hanya untuk masalah ini. Masih banyak sekali yang harus kita
selesaikan tanpa harus melibatkan rasa penyesalan telah di PHPkan. Terus perbaiki
diri, cari pengalaman sebanyak-banyaknya. Yakinlah jika kita beusaha menjadi
seorang wanita yang baik, pasti akan ada pendamping yang baik juga untuk kita
yang telah Allah persiapkan untuk kita, entah siapa dia dimana dia sekarang J
Wanita adalah mahluk kepastian. Sebagian besar dari mereka bisa menunggu dengan sabar datangnya
kepastian tersebut, menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Maka biar momen
menunggu itu tetap berkualitas, mari diisi dengan hal-hal yang positif. Sibukkan
diri dengan berbagai aktifitas bermanfaat. Terus memperbaiki diri. Nah, kalo
ternyata si mister X itu gak nyadar-nyadar juga ditungguin, malah nyantol ke
tempat lain, setidaknya momen menunggunya tidak sia-sia
-Tere liye-
haha, maaf kalo aku susah untuk melupakan..
ReplyDeletesibukkan diri aja de, jangan dipikir terus juga..doain aja biar cepet lulus, jadi jarang liat lagi..hihihi
Deleteiya sudah berusaha buat mengalihkan, sangat berjuang keras. maaf aku ga bisa cerita detail lewat mulut ke mulut karena takut kalian bosen aku curhat itu2 mulu, padahal nyesek juga butuh dikeluarin. iya kayaknya emang mau lulus deh, biar dia bahagia lah hehe.
ReplyDeleteSemangat deaaaa \^0^/
Delete