Semangat, liburan masih panjang

Bismillah…kali ini semoga keputusanku untuk tetap konsisten dan bersabar menunggu beberapa hari kedepan lebih lama untuk gak pulang dulu adalah keputusan yang tepat. Ya, setiap tindakan dan pekerjaan ada resikonya, termasuk apa yang sedang aku tekuni sekarang. Beberapa hari terkurung seharian bahkan sampai petang di lab, berkutat dengan berbagai reagen yang beberapa diantaranya bahkan asing bagiku, bermain dengan microtube, microcentrifuge, micropipet dan instrumen biologi yang ukuranya hanya minro-mikroan. Aku harusnya bersyukur karena mendapatkan pengalaman luar biasa yang aku dapatkan secara cuma-cuma. Entah berapa besarnya biaya yang harus aku keluarkan kalo aku memulai ini sendiri. Puluhankah? Lebih dari itu sepertinya. Bahkan teman se timku ada yang ditanya oleh temannya, “kamu punya banyak uang emang? Penelitian molekular kan mahal banget” . semua akan mudah dan mungkin saja terjadi jika Allah sudah berkehendak J banyak jalan bagi kita untuk memperolah apa yang kita ingikan. Allah telah mempermudah jalanku untuk mewujudkan salah satu target capaian hidupku, menjadi seorang scientist. Dan sekarang saatnya aku bekerja keras dan berikhtiyar sebagai penyempurna nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadaku. Capek? Pasti, tapi itulah resikonya. Kemudian kalau sudah seperti itu aku berusaha untuk mengingat bahwa diluar sana masih banyak orang yang sudah mampu membagi dirinya untuk mengabdi dan bermanfaat bagi orang lain, bukankan itu yang aku inginkan? Dan inilah jalanku, semua gak ada yang instant dan  butuh pengorbanan. Termasuk waktu liburanku. Yaah, mumpung masih muda :D

Dan sekarang akhirnya aku masih disini..masih di Tembalang yang sudah mulai sepi ditinggalkan para penghuni sementaranya. Aku selalu penasaran, apa jadinya Tembalang tanpa mahasiswa. dan ternyata, inilah jawabannya. Sepi, jauh berbeda keadaanya dengan sekitar seminggu yang lalu.

Homesick? Iya…bangeeeeet, ingin segera pulang. Apalagi tetangga kamar kanan kiri sudah meninggalkan bumi tembalang sudah lebih dari seminggu yang lalu.

Kesepian? Hmm, sometimes. Tapi aku masih banyak teman disini yang bisa menghibur dan berbagi penyakit menularnya, penyakit kangen rumah.

Jenuh? Bisa dibilang begitu, dapat dirasakan dari hari-hari yang sepertinya berjalan sangat lamban.

Jalan-jalan adalah salah satu penghilang rasa jenuh. Seperti yang aku lakukan beberapa hari yang lalu. Tapi sepertinya aku salah tujuan. Ceritanya mau mengantar salah seorang teman beli tiket untuk kepulangan akhir juli nanti. Sesampainya di stasiun, yang aku lihat adalah orang-orang yang bersiap untuk pulang dengan berbagai macam tujuan. Eeeh, apa? Pulang? Heh? PULANG. Dan yang aku ingat adalah sensasi perjalanan menuju rumah. Langsung homesick lagi, aduuh..salah tujuan.

Ya sudahlah…mari ingat kembali pada tujuan awal, lagi pula kapan lagi punya pengalaman seperti ini. Dijalani dengan ikhlas aja, masih banyak jadwal liburan yang lebih panjang menanti. Toh liburan kali ini meskipun aku terlambat pulang, setidaknya masih ada jatah sebulan dirumah J
Lihat juga masih banyak teman-teman yang juga belum bisa pulang. Tengoklah tempat makan saat waktu berbuka tiba, mereka memiliki kondisi yang sama.
Begitu juga dengan teman-temanku yang sedang berada dilingkungan baru, teman-teman yang juga sedang berurusan dengan KP. Meskipun sudah bukan di Tembalang, beberapa diantara mereka ada yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Semangat teman-temanku…semoga apa yang kita lakukan sekarang dapat membuahkan hasil, memberikan manfaat bukan hanya untuk diri kita, nilai kita, tetapi orang-orang diluar sana yang menunggu aksi kita.

Semangaaaat :D 
Liburan masih panjang, ini hanya pemulaan 

Comments

Popular Posts