Menjadi AsTeng yang budiman



Hari ini nemu twitan mas mas yg udah gerah banget sama kelakuan mbak dan mas (bocah) yang mungkin gak bisa ngomong : Maaf, Terimakasih, Tolong, Permisi

God has given you a pair of eyes and mouth are meant to communicate!

Geleng geleng kepala sih kadang, either they were too busy with their convo or they can't see people around them.
Apalagi ya haha, mahasiswa looh, (I said so bcs that what exactly happened in front of my head).
Honestly, I've seen much enough. dari yg mulai nylonong aja, gak ngucap salam, gak bilang makasih abis ngerepotin orang.
Bukan cuma itu sih, diluarpun there were countless matters yg bikin ngelus dada banget. Contohnya nih orang orang yg suka banget ya grusa grusu gak sabaran sampe mereka dengan entengnya cut the line. Oiii, haven't you heard a basic manner called QUEUE??
kecuali misal buru buru banget ya, misalnya mules nih lagi diare atau lupa matiin kompor ya. Dan itu juga alangkah baiknya permisi gitu, ngomong sama orang didepan, jangan asal nylonong aja. Gitu looh
Gemeees banget pingin aku cubit ya itu pipinya

kalo kata dualipa mah, IDGAF! I gotta say that honestly. I really Don't Give a Frank!

Tapi tapi tapiiii, katanya pingin tertib, pingin teratur, gak nambah dosa dengan bikin orang lain sebel. Ayo lah sederhana banget kok. Buat ngomong aja gak nyampe 1 menit, gak nyampe 30 detik malah. Tp dampaknya kerasa banget asli. Kita yg ngucap jd ngerasa cool (hahaha), dan lawan bicara kita juga ngerasa 'aku ada ya' gituu.
Malu loh sama negara tetangga yg AsTeng (Asia Tenggara) juga
hihi

Comments

  1. Setuju, saya rasa banyak orang yang sulit berkata Maaf, Terimakasih, Tolong, Permisi .. sepengamatan saya karena mereka tidak terbiasa di ajarkan hal hal sederhana itu dari kecil .. jika mereka belajar hal itu ketika sudah dewasa akan terasa berat, karena mereka sudah mulai mengenal yang namanya harga diri "mereka" menganggap kalimat tersebut akan melukai harga diri mereka padahal kenyataan tidak...

    mendengarkan orang mengucapkan kata "Maaf, Terimakasih, Tolong, Permisi" jika di lafalkan dengan bahasa inggris pun bisa mengurangi ketulusan kata tersebut.. bandingkan saja ketika orang mengucapkan kata "maaf" dan "sorry" bukankah rasa ketulusannya berbeda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. IMHO, karena attitude dibangun dari keluarga, anak kecil cenderung meniru apa yang orang tua lakukan termasuk saudara di sekitarnya, dan sisanya ditentukan oleh lingkungan dan kesadaran diri sendiri. Kalau dibilang melukai harga diri mungkin kecil kemungkinannya, tapi lebih ke sikap cuek dan merasa normal tanpa proper attitude. Itu yang banyak terjadi terutama di lingkungan yang (maaf) pendidikannya kurang baik.

      untuk penggunaan bahasa sih sebenarnya juga susah untuk menjelaskan ketulusan, karena kan tulus dari hati bukan ucapan. Jadi ya belum tepat untuk menggeneralisasikan ucapan pakai bahasa inggris bisa mengurangi kadar ketulusannya. yang penting bisa menyesuaikan dengan kondisi, terutama kalau ada orang lain yang mengucapkan kata tsb ke kita dalam bahasa inggris, dari pada nge-judge kadar ke ikhlasanya sebaiknya apresiasi karena niatnya.

      CMIIW

      Delete

Post a Comment

Popular Posts