Beda Bahasa Beda Rasa (part I)

iya "mbok"...
jan jane koe arep ngapa?
ora gutul gutul

iya "ik"
kosek...

haha
itu adalah kalimat khas yang aku sering temui di dua kota yang berbeda. kira-kira tau ga itu bahasa yang sering  ditemui di mana? udah keliatan  banget. jadi yang pertama itu adalah bahasa Ngapak yang pertama kali aku denger di Purwokerto (dialek Banyumasan) dan yang kedua berasal dari Semarang (dialek Semarang). yah emang berbeda...tapi pada dasarnya itu semua sama yang ter-rangkum dalam bahasa kesatuan Bahasa Jawa hehehe

Banyak orang yang menyangka kalo bahasa jawa itu banyak. sebenernya nggak, cuma logatnya aja tiap daerah yang agak berbeda dan beberapa pengucapan yang berbeda, cuma dikit aja kok bedanya, dikiiiit banget.
Pada dasarnya bahasa jawa yang bener-bener berbeda adalah kalo udah di klasifikasikan kedalam tingkatan takson (halah, bukan biologi yang lagi diomongin).
sebenernya ada tiga pembagian yaitu ngoko, yang di bagi lagi kedalam 2 kelompok. yaitu ngoko kasar, ngoko alus. yang kedua adalah madya yang bisa dibagi lagi menjadi madya dan madya alus. dan yang terakhir bahasa yang ter tinggi yaitu bahasa krama yang dibagi juga menjadi kromo andhap, kromo lugu, kromo alus.
tapi menurut berbagai sumber (para sesepuh yang telah ahli dalam bahasa jawa), pembagian dalam kelompok itu ga semuanya sama. ada yang menganggap bahasa jawa itu di bagi lagi, atau pada beberapa daerah tidak menggunakannya sama sekali. padahal pengguna bahasa jawa sendiri berdasarkan  wilayah tempat tinggal masih dapat di bagi lagi menjadi beberapa bagian yaitu barat (meliputi Tegal, Banyumasan, Bumiayu),  tengah  (Pekalongan, Semarang, Surakarta, Blora, Yogyakarta, Madiun dll), timur yang meliputi wilayah Jawa Timur, umumnya lebih dikenal sebagai bahasa wetanan (timur).
jadi kalo di jawa, sedikit aja geser bahasanya udah beda lagi.
haha mabok kan banyak banget

tenang...tenang
yang jelas penggunaan bahasa jawa ini umumnya yang di pake itu ada 2. kalo yang ini di semua wilayah yang menggunakan bahasa jawa pasti ada.

yang pertama adalah bahasa tingkat pertama (dasar), atau yang sering disebut  dengan bahasa ngoko. bahasa ini seringnya digunakan oleh kalangan muda (hey..hey bukan), untuk yang sebaya yang sudah saling akrab. tapi beberapa orang menganggap bahasa ngoko ini  kurang sopan, kalo di ucapkan pada orang sebaya yang belum saling mengenal, atau kurang akrab. jadi penggunaanya cukup untuk orang sebaya yang udah akrab aja.

yang kedua adalah kromo (bukan romo, romo itu artinya bapak ). bahasa kromo sendiri dibagi menjadi 2 kelompok kalo yang sering aku denger yaitu kromo alus dan kromo inggil. intinya bahasa kromo itu digunakan untuk orang yang lebih tua, dihormati, atau dianggap memiliki kedudukan yang lebih tinggi.

contoh nih ya, bedanya bahasa ngoko dan kromo
yang gampang dulu aja, bilangan (aku tulis pengucapannya aja yah)
1 - siji - setunggal
2 - loro - kalih
3 - telu - tiga (tigo)
4 - papat - sekawan
dan lain sebagainya

beda kan?
untuk belajar bahasa Jawa itu bukan sesuatu yang susah, apa lagi kalo lingkungan juga banyak yang menggunakan bahasa jawa. kalo sering denger orang ngomong lama kelamaan juga bakal bisa. asal jangan malu untuk mencoba ^^

matur nuwun

Comments

Popular Posts