Meraih Mimpi

Setelah kemarin aku datang ke seminarnya raditya dika (yang sebenernya lebih pantas aku bilang sebagai acara menghibur diri), hari minggunya aku juga menghadiri seminarnya seorang penulis yang ga kalah hebat juga. hmmm....siapa ya? kalo udah pernah baca novelnya atau pernah denger aja  pasti tau : Negeri 5 menara, Ranah 3 warna. hehehe ya ya Ahmad Fuadi.

aku seneng banget bisa melihat dan mendengarkan kisahnya secara langsung seorang penulis yang tulisanya itu berdasarkan kisah hidupnya. kenapa??? karena pada umumnya dari kebanyakan novel yang aku baca based on a true story, kisahnya itu menginspirasi. jadi punya anggapan bahwa semua itu bukan fiktif belaka, seseorang pernah mengalaminya, maka bukan suatu hal yang mustahil bagiku sendiri jika ingin mendapatkan pengalaman hidup yang luar biasa juga.
Bang fuad (sapaan akrabnya), datang dalam acara seminar meraih mimpi yang diadakan di gedung prof. Soedharto, undip, tembalang (sekali lagi, sebuah dusun di atas kota Semarang). selain Bang fuad ada juga talk show dengan 7 dreamer yang ga kalah serunya. 7 dreamer itu semuanya adalah mahasiswa Undip dengan jurusan yang berbeda-beda, beberapa yang aku inget itu ada mas Echo, mas tw, mba nadia (kalo ga salah), mas ahlan, mas fanny dan 2 lagiyang aku lupa namanya, dan salah satunnya ga bisa hadir.
acara pertama diisi oleh bang fuad yang memang aku tunggu-tunggu. banyak sekali hal menarik, kisah yang luar biasa yang aku dapatkan. bang fuad sendiri sudah pernah mengelilingi 30 negara, dengan berbekal mimpi. jadi inget dalam novelnya Donny Dhirgantoro yang kedua, setelah 5cm-nya judulnya "2" ada definisi menarik tentang arti dari 'mimpi', kalo ga salah itu intinya kenapa suatu hal yang luar biasa di sebut sebagai impian, itu karena impian itu tertanam didalam alam bawah sadar kita. jadi tanpa kita sadari kita akan berusaha untuk mendapatkannya, kurang lebih begitu.
Bang  fuad menceritakan tentang kisahnya yang berasal dari sebuah kampung kecil di dekat danau Maninjau, yang kemudian merantau demi mematuhi ibunya, masuk ke pesantren (Gontor, Ponorogo), kemudian melanjutkan kuliah di Unpad (universitas Padjajaran), kemudian mengikuti serangkaian beasiswa yang di dapatkanya (kalo ga salah total ada 8 beasiswa yang diperoleh). dan bisa menapaki beberapa negara yang dahulu cuma hadir dalam mimpinya. cerita ini di buat dalam novel Negeri 5 menara dan Ranah 3 warna. dalam novel yang pertama Bang fuad lebih banyak menceritakan kehidupan Alif (tokoh yang aku duga sebagai bang fuad sendiri) saat masih di pesantren. sedangkan pada novel yang kedua, menceritakan bagai mana proses jatuh bangun Alif dalam mencapai impiannya untuk bisa ke luar negeri (amerika tepatnya).
ada beberapa hal yang membuatku merasa sangat sehati dengan novel ini (ciyeee), yang pertama tokoh idola Alif itu adalah bapak Habibie, aku juga sangat mengagumi beliau, yang kedua impianya untuk berada di sebuah perguruan tinggi yang sangat di idamkan sejak smp harus dikorbankan. dan selanjutnya aku belum menemukan kesamaan lain. hehe...masih menunggu waktu berjalan, semoga dalam proses menuju pengalaman luar biasa (amin).

Bang fuad memberikan banyak sekali cerita bagaimana cara kita mengejar, mendapatkan mimpi kita, bagaimana menjadi orang sukses, dan bagaimana cara menjalani kehidupan yang masih menyimpan banyak misteri ini (haha apa sii).
ada beberapa kalimat yang masih aku ingat,diantaranya definisi orang sukses menurut bang Fuad, yaitu orang yang sukses itu bukanlah orang yang kaya, atau pun orang yang kuat. tetapi orang sukses adalah orang yang mampu memberikan manfaat untuk orang lain. ya, manfaat untuk orang lain. jadi inget sebelum aku merantau ke Semarang, aku mendapatkan banyak sekali nasehat dari saudara-saudaraku (sesepuh, hehe). beberapa mengatakan bahwa tujuan untuk mencari ilmu adalah agar ilmu itu berguna, yang pertama jelas bagi diri sendiri. karena jika untuk diri sendiri kebanyakan orang pasti akan mengusahakannya sungguh-sungguh. jadi tujuannya untuk diri sendiri dulu, baru setelah tercapai pasti orang-orang disekitar kita juga akan merasakannya (tentunya dengan cara yang baik ya...)

ngomong-omong soal sukses, ini berkaitan dengan tujuan kita. kata bang fuad untuk mendapatkannya harus berusaha dengan sungguh-sungguh, bela habis-habisan, di sertai dengan niat yang kuat. mantra yang paling ampuh menurut bang fuad (ini juga banyak tertulis dalam novel pertamanya, Negeri 5 menara) adalah Man jadda wa jada, bagi yang bersungguh-sungguh akan berhasil.
banyak sekali orang yang telah mencapai sukses disekitar kita. itu berkaitan dengan usaha mereka yang juga sungguh-sungguh. jika ingin mencapai kesuksesan melebihi orang lain (bukan dengan tujuan yang buruk), kita memerlukan kerja keras lebih dari kebanyakan orang, istilahnya going the extra miles. jika kita melebihkan sedikit saja usaha kita dari apa yang dirasa sudah cukup, mungkin kita akan mendapatkan hal yang luar biasa. siapa sangka yang hal yang luar biasa tersebut terletak pada usaha yang sedikit saja di tambahkan setelah usaha rata-rata kita itu.
namun usaha saja tidak menjamin kesuksesan kita berjalan se-mulus wajah saya (hehe). pastinya dalam prosesnya akan banyak sekali rintangan dan cobaannya. oleh karena itu menurut bang fuad Man jadda wa jada aja ga cukup, masih perlu disertai dengan sebuah mantra yang tertulis dalam bukunya yang kedua, Ranah 3 warna yaitu Man shabara zhafira, siapa yang bersabar akan beruntung. inilah yang memberikan kekuatan saat kita dalam kondisi terpuruk. jadi inget cerita dari salah satu 7 dreamer, kalo ga salah namanya mas fanny, dari jurusan teknik mesin angkatannya aku lupa. katanya dulu mas Fanny ini pernah mengalami kondisi yang bisa dibilang ada pada titik terlemah, IPK nol koma, usaha yang dirintis mulai bangkrut, temen-temenya udah mulai ilang kepercayaanya, dan sempat terpikirkan untuk mandek kuliah aja. tapi akhirnya mas Fanny terbangun dan bangkit. dan sekarang, predikat sebagai orang sukses pun mulai terlihat, atau  bahkan telah diraihnya.

jadi kurang lebih itulah pengalaman kesuksesan yang aku dengar, dan aku lihat pelakunya (hehe)
aku juga akan berusaha mengejar impian, hmmm tepatnya mewujudkan impianku
menjadi orang yang bermanfaat, tidak untuk dimanfaatkan.

selalu ada kejutan dari Allah yang tidak terduga, namun kita dapat memprediksikan, melalui apa yang kita lakukan sebelumnya. setidaknya kita akan mendapatkan buah dari kerja keras kita (amin)

Comments

Popular Posts