Sederhana, membahagiakan. itulah berbagi


Pernah kah kalian merasa terharu oleh sesuatu? Sesuatu yang amat sederhana tapi efeknya luar biasa. Hal yang paling menyenangkan dan membahagiakan adalah ketika ternyata apa yang kita lakukan, tanpa disadari memberikan manfaat atau mungkin pengaruh baik untuk orang lain, bener gak?

Ada salah seorang teman yang waktu itu di tanya, “eh, kok kamu akhir-akhir ini jadi rajin banget, sejak semester 4 ini kayaknya catetannya full terus, kuliah juga selalu dateng, emang dari kapan kamu kayak gitu jah?” Tanya puspa ke meiza (ijah) tanpa bermaksud nyindir atau gimana (jadi emang keliatan bedanya banget meiza yang dulu dan sekarang). Dan jawabannya adalah “sejak aku sering bareng kalian, sejak kepulangan kita dari Malang, aku ngerasa termotivasi dan semangat banget buat belajar” waktu itu kita lagi ngobrol bertiga, aku puspa sama meiza. Jujur aja, detik itu aku merasa sangat bahagia, bersyukur dan berbagai ungkapan perasaan senang lain, setidaknya, meskipun mungkin kecil, sederhana, berbagi itu sangat membahagiakan J
Masih diwaktu yang sama, ada juga yang mengungkapkan demikian "Jujur aja, semenjak aku kuliah, aku lebih rajin sholat dan jarang bolong-bolong lagi, dulu waktu aku masih sekolah..beeeh, solat itu seringnya Maghrib Isya sama Subuh aja, itupun karena diajak jamaahan kalo ga mulai diomelin orang tua"
Diskusi kami hari itu menyimpulkan bahwa, pengaruh baik lahir seiring berjalannya waktu kami mulai saling mengenal dan saling memberi, baik sekedar candaan, sindiran, solusi bahkan nasehat satu sama lain (karena rasanya banyak banget alur cerita yang amat complicated setia mendampingi kami). Aku jadi inget dengan perumpamaan toko parfum, tau kan sama perumpamaan ini?

Hal ini terjadi lagi beberapa jam lalu saat aku duduk di lab Mikrobiogenetika, salah satu laboratorium di Biologi. Waktu itu kami sedang praktikum biokimia. Nah, jadi sistem praktikumnya, nantinya tiap minggu (hari selasa) asisten rolling tiap kelompok. Sebenernya, kemarin waktu aku praktikum entah mungkin karena badan ini mulai manja dan terlena sama kehidupan semester empat, atau karena emang udah takdirnya, aku merasa kurang bersemangat karena kepala ini rasanya berat banget. Mungkin in karena faktor waktu juga yang semakin sore, jadinya udah ga konsen. Disaat yang lagi jenuh-jenunhya, muncullah suntikan energi baru yang tidak terduga. Nah tiba-tiba salah satu praktikan ada yang nanya “Mba, ini asistennya masih di rolling lagi? Jangan dong mba, aku maunya sama mba aja” dengan senyum polos, (hoho, jangan salah sangka ya, ini praktikannya cewe :P). Nah dari perkatannya aja aku bisa menyimpulkan, setidaknya aku telah berhasil membuatnya merasakan ‘nyaman’ atau mungkin karena hal lain yang mungkin saja ibaratnya aku memberikan keuntungan buat dia. Pastinya bukan jenis parasitisme atau predasi ya hehe..mungkin lebih ke mutualisme, atau paling tidak komensalisme (nah kan, jadi ngomongin ekologi *efek mau pretest nih :P)

Jadi kesimpulannya apa? 
Berbagi itu bukan hanya sekedar materi (haha, mungkin aku pelit ya :P), kalo aku entah kenapa jauh merasa lebih bahagia ketika apa yang aku lakukan ternyata bisa merubah kebiasaan orang lain menjadi lebih baik. 
Mau bukti? Coba aja dan rasakan kedahsyatanya J
*Haha, lebay lagi kan*
Sekian, selamat mencoba

Comments

Popular Posts